Apa Sih Tujuan Mendaki Gunung?

Hell-O Lombok!

The Great And Majestic Rinjani
The Great And Majestic Rinjani

 Akh, kalau bicara kota yang satu ini gak akan ada habisnya apalagi kalau bahas soal keindahan Lombok, mulai dari gunung, pulau, pantai, sampai dalam lautannya. Semuanya Indah! Memang Negara Indonesia itu luar biasa indah banget, Cuma sayang ajah ada beberapa orang – orang tolol yang hobbynya merusak alam Indonesia dengan membuang sampah sembarangan, bahkan gak jarang sebagian dari mereka merusak ekosistem yang jelas – jelas dilindungi. Contohnya seperti perjalanan gue kali, gue dapat kesempatan untuk mendaki Gunung Rinjani, siapa yang gak kenal gunung ini. Gunung Volcano terindah di Indonesia dengan ketinggian 3.726 meter diatas permukaan laut dan gunung ini adalah gunung tertinggi ke 3 di Indonesia, dan satu lagi yang paling menawan gunung ini terkenal dengan danau Segara Anaknya.

Rinjani dari Desa Sembalun
Rinjani dari Desa Sembalun

Dulu waktu gue berumur 13 tahun, bokap gue bilang “setelah Semeru, nanti jangan lupa ke Rinjani yah.. itu gunung indah impian Papa” dan gue selalu ingat kata – kata itu, sayangnya bokap gue sudah terlalu sibuk sehingga sudah sulit untuk mewujudkan impiannya untuk mendaki gunung Rinjani, tapi begitu bangga gue menceritakan tentang Rinjani kepada Beliau karena akhirnya gue berhasil mewakilinya dan mewujudkan impiannya. Gue berhasil menaklukan ego dan diri sendiri sehingga gue diberikan izin oleh yang Empunya Kuasa yaitu sang Gusti untuk menapaki kaki ini di tanah tertinggi di Lombok tersebut. Tsssaaaeeelllaahh Bahasa gue… yah yang jelas gue bangga lah…

Mendaki Gunung
Mendaki Gunung

Tapi perjalanan itu tidak semudah yang orang – orang pikirkan, bahwa mendaki gunung hanya tinggal naik ajah terus camping ceria, kemudian masak – masak, muncak dan bawa turun sampah (walaupun banyak juga yang ninggalin sampah sih), kemudian foto – foto nunjukin kalau udah sampai puncak dan foto bergaya dengan trash bag di depan atau eksis dengan serenceng botol air mineral yang sudah diikat digantung di carrier dan menunjukan bawa “gue udah bawa sampahnya nih” ~ padahal tanpa mengurangi rasa hormat, itu isi carrier masih kosong, sampah botol masih ada yang bisa dimasukin ke carrier.. tapi…. Entahlah…. Sebagian dari mereka ingin menunjukan bahwa “saya sudah bertanggung jawab membawa sampah turun” entah maksudnya apa.. namun harus dengan dicapture foto dengan sampah dan jangan lupa di upload biar semua orang tahu bahwa (sekali agi) “gue udah bawa sampahnya turun” :,)

Well, semua memang terserah tapi sebagian dari mereka mendaki gunung untuk mendapatkan pengakuan bahwa “gue udah naik gunung ini, berhasil muncak 10x, dan udah bawa turun sampahnya” anyway, gue bukan mau bahas itu… tapi bisakah kita berdiam sebentar dan kembali mengingat “apa tujuan dari mendaki gunung?” semua jawaban ada dihati dan kembali lagi ke masing – masing pribadi :)

 ………………………………

???????????????????????????????

Buat gue, pendakian Rinjani adalah salah satu pendakian terberat ketika summit attack, walaupun gue bisa melewatinya lantas bukan berarti gue merasa hebat, tapi gue seperti ditampar, bahwa mendaki gunung gak segampang itu, apalagi ketika gue melihat banyak orang yang gak bisa summit karena fisik drop. Sebagian dari mereka menganggap “enteng” ketika melewati 7 bukit penyesalan, mereka lupa untuk melakukan aklimatisasi, tidak beradaptasi dengan keadaan sekitar, bahkan mereka berjalan terlalu cepat karena menganggap padang savanna Sembalun sangat mudah untuk dilewati. Mereka lupa mengontrol ambisi, sehingga mereka kehabisan energy untuk summit attack. Dan akhirnya ambisi yang berlebihan mengalahkan semua pemandangan indah di atas puncak sana.

Karena mendaki gunung bukan hanya soal “puncak” tapi soal bagaimana kita mgalahkan ambisi agar kita bisa sampai kembali ke rumah dengan selamat.

Savanna Sembalun
Savanna Sembalun

Rinjani hari itu cukup bersahabat, padang Sembalun yang indah menjadi saksi awal perjalanan gue ditemani travelmate yang baru pertama kali naik gunung di Indonesia (tapi udah naik beberapa kali naik gunung di luar negri – kibas rambut *pengen dikeplak :p) serta Pak Emy dan temannya yang selalu setia menemani kami dan membantu kami membawa semua perlengkapan camping. Padang Sembalun dipenuhi sapi yang sedang merumput, terik matahari dan birunya langit menjadi kombinasi yang indah saat itu.

Pak Emy - He's The MEN! :)
Pak Emy – He’s The MEN! :)

IMG_20140825_130720

Jarak tempuh dari pintu masuk Sembalun sampai dengan Palawangan Sembalun sekitar 5-6 jam normal, bahkan ada yang bisa naik hanya 3-4 jam. Tapi maklum gue mah pendaki kura – kura, jalannya lambat dan gue lebih senang memperhatikan setiap tempat, jalur, flora dan fauna yang gue lewati jika gue berkunjung ke tempat baru. Dan jelas gak lupa untuk mengabadikannya agar bisa menjadi cerita yang bermanfaat.

Sunset dari Palawangan Sembalun
Sunset dari Palawangan Sembalun

Majestiknya Senja Palawangan Sembalun menyambut gue hari itu, sehabis diterpa hujan yang tiba – tiba datang, langit berubah menjadi begitu cantik. Ah, sunset nya keren banget ada diatas perbukitan Segara Anak! Takjub banget ngeliatnya, dan itu baru sebagian hal yang luar biasa dari Rinjani. Namun malam  diawali dengan angin kencang yang suaranya lumayan bikin takut, karena angin tersebut juga menerbangkan beberapa flysheet dari tenda – tenda pendaki lain. Bersyukur badai angin hanya sesaat, dan as always badai pasti berlalu karena badai berganti dengan gemerlap bintang dan milky way yang lagi – lagi memanjakan mat ague. Akh! Rinjani memang selalu memberikan kejutannya.

Menikmati Sunset dari Palawangan Sembalun
Menikmati Sunset dari Palawangan Sembalun

………………………..

Ternyata masih ajah banyak orang yang merusak keindahan gunung se-cantik ini, menyedihkan! Dengan hati kesal gue berusaha menghibur diri jalan – jalan disekitar Palawangan Sembalun, hal yang bikin geram adalah hampir disepanjang jalur banyak terdapat sampah, bukan hanya sampah tapi juga ada kotoran manusia – iyah taik.. taik..! jelas itu kotoran manusia, karena mana mungkin binatang abis buang air terus pakai tissue basah??!! “hellaawww…  itu binatang keren banget pake tissue basah buat cebok” ~ dan gue masih gak habis piker kenapa mereka itu orang – orang tolol itu buang air besar di pinggiran jalur, bahkan ada juga yang di jalur.. duuuhh…. Miris… sampe – sampe ada seorang bule yang bilang “smells like shit, all the way” OMG… why? :(

IMG02838-20131008-1144

sampah di Palawangan Sembalun
sampah di Palawangan Sembalun

Belum lagi coretan – coretan yang ada disetiap batu di gunung ini, entah kenapa beberapa orang yang tidak tau dimana letak otaknya, mereka senang mencorat – coret gunung – gunung di Indonesia. Yah, kalo mau jangan coret – coret nama di gunung lah, coret nama masing – masing di batu nisan.. abadi tuh… :’)

Vandalisme - Rinjani
Vandalisme – Rinjani

Beberapa sampah gue coba singkirkan dan kumpulin ke satu tempat supaya tidak berserak di jalan, beberapa kali gue coba untuk mewawancarai porter – porter disana dan coba cari tahu kenapa banyak banget sampah. Dan yes, ternyata bukan hanya tamu atau orang local yang buang sampah sembarangan, tapi sebagian dari mereka adalah porter – porter tersebut. Sebagian dari mereka mengaku kecewa karena mereka pernah ditipu penadah sampah Rinjani yang dikelola oleh TNGR yang memakai orang ketiga untuk menjadi penadah, namun sayang penadah tersebut kabur saat semua porter sudah dijanjikan sejumlah uang jika membawa sampah turun ~ dan para porter pun sakit hati dan kecewa…

Well, ternyata sekarang kalau sebagian orang – orang  “bawa sampah turun untuk diphoto dan di posting di socmed” kalau di Rinjani, “porter bawa sampah turun untuk dapat uang dan biar dapur ngebul katanya” – miris sih karena tidak semua orang bisa ikhlas, tulus, menjaga alam yang tanpa ada embel – embel dibayar, dihormati, biar tenar, eksis, atau apalah… pathetic! C’est La Vie..

………………………………..

Summit Attack Rinjani
Summit Attack Rinjani

Summit Rinjani gue kali itu benar – benar diberkahi, walaupun udah mau nyerah tapi mental dan hati masih sanggupin untuk jalan. Semua memang indah… gue makin kagum dengan Indonesia.. *diluar sampah nya yang menyebalkan* :)

Teman sejati adalah mereka yang selalu berjalan bersama-mu - bukan yang hanya menunggu di puncak (himpala)
Teman sejati adalah mereka yang selalu berjalan bersama-mu – bukan yang hanya menunggu di puncak (himpala)

Summit kali ini makin membuat gue melihat siapa “sahabat trekking” gue.. Gue makin yakin dengan pilihan travelmate gue.. yeap.. dalam hal ini, gue trauma pernah ditinggal naik gunung sama orang yang “ngakunya” “sahabat” karena pada akhirnya merekalah orang pertama yang ninggalin gue disaat gue tertimpa musibah di gunung.. (kejadian di Gunung Slamet ~ nanti gue tulis juga ceritanya).

Summit Attack Rinjani with Travelmate
Summit Attack Rinjani with Travelmate

Tapi beda kali ini… Cemoonnkkk selalu berjalan dibelakang gue, sebentar berhenti untuk mengingatkan gue beristirahat dan minum, bahkan

kami berdua pernah berada dititik terlemah saat summit Rinjani, “dimana mulut ini sudah berkata ampun lelah, dimana kaki ini sudah berhenti dan tidak mau melangkah.. dan dimana batin ini ingin menyerah” namun hati dan mental ini tidak luntur.. kami saling support hingga kami berdua bisa sampai di atap Dewi Anjani.

Finally!! We Made It!
Finally!! We Made It!

Keindahan rumah Dewi Anjani tersebut memang bikin semua orang berdecak kagum, padang savanna yang indah.. palawangan Sembalun yang luar biasa… Segara Anak yang damai…  kemudian sumber air panas yang bisa bikin rileks, ditambah jalur turun dan naik ke Palawangan Senaru yang gak ada abisnya – nanjaaaaaaaaaaaakkkkk teeerrrooooosssss!! Gak ada ampuuunnn… tapi pemandangannya sepadan dan keren banget… Gunung Baru Jari yang masih aktif dan selalu mengeluarkan asapnya, menambah eksotisme sekaligus “ngeri-ngeri” sedep kalo meletus hehehhee..

Gunung Baru Jari Dari Segara Anak
Gunung Baru Jari Dari Segara Anak

Sampai di Palawangan Senaru semua mata tidak akan berkedip sejenak menikmati karya sang Maha Pencipta yang luar biasa ini.  Sejenak berucap syukur atas semua pemandangan kereennn yang ah gilaaakkk deh.. keren banget!!

Pemandangan dari Palawangan Senaru
Pemandangan dari Palawangan Senaru

Hutan Senaru yang teduh, sinar matahari yang menemani dan mencuri masuk dari celah – celah pepohonan tinggi. “Keindahan mana lagi yang mau dihancurkan dengan sampah?  Bagian mana lagi yang ingin dikotori? belum puaskah kalian para perusak alam?”

Mt. Rinjani
Mt. Rinjani
Sumber Air Panas - Rinjani
Sumber Air Panas – Rinjani
Segara Anak Rinjani
Segara Anak Rinjani

Tolong, coba berpikir lagi sebelum naik gunung.. tidak perlu ikut – ikut naik gunung jika hanya ingin menambah sampah dan mengotori gunung ini.. tolong!

IMG_0310
“dan hidup bukan lagi soal pengakuan tentang menaklukan gunung manapun, melainkan mereka yang berbijak dan berani menaklukan diri sendiri”

So… ambilah waktu sejenak dan berdiam diri dan bertanya kembali, apa tujuan saya mendaki gunung? :)

Notes :

Itinerary yang gue ambil adalah Sembalun – Palawangan Sembalun – Summit Attack Rinjani – Segara Anak – Senaru (waktunya sekitar 4 hari 3 malam) harga porter per day saat itu Rp. 150.000/porter

~Abex~

All photo credits to Abex, Billy Djokosetio and Roynal Purnomo

Advertisements

Gunung Prau : Kalau gak Indah, yah Indah Banget!!

Hell-O Dieng!

IMG_20140515_161146

Bagian ini paling gue suka, entah kenapa pertaman kali naik gunung ini terus langsung jatuh cinta! Mereka menyebutnya Prau (perahu) mungkin karena bentuknya yang seperti Perahu. Gunung yang berada di dataran tinggi Dieng ini memang sudah makin terkenal, jelas saja karena banyak pendaki yang berdatangan dan tentunya karena pemandangannya yang memang indah banget. Gak akan nyesel deh kalau nanjak kesana, walaupun capek tapi pemandangan yang disajikan bener – bener sepadan dengan penderitaan pendakian lo hehehe..

prau
Bukit Teletubies – Gunung Prau

Gunung yang lagi jadi tenar ini mempunyai tinggi 2.565 mdpl, dan gunung Prau merupakan gunung yang mempunyai puncak terluas diantara gunung – gunung di Indonesia ini. Gunung ini mempunyai beberapa jalur pendakian, diantaranya Via Desa Dieng, Via Patak Banteng, atau katanya bisa juga via Ungaran.

prau
Dataran Tinggi Dieng

Sebelum mulai baca ini, lu harus tonton channel ini dulu buat teaser gunung Prau – coba klik dulu link ini biar tau gimana Indahnya Gunung Prau :D The Beauty Of Mt. Prau

Gue yang lagi nginep di Dieng tentunya gak akan lewatin kesempatan untuk mendaki gunung ini, dan pagi itu cuaca Dieng tidak bersahabat, seharian hujan. Jadilah waktu pendakian gue mundur sampai jam 3 sore. Hujan pun berhenti, hanya sisa gerimis mengundang yang bikin udara jadi makin seger sore itu. Ah! I miss the sunlight! Gue dan temen – temen sepakat untuk melanjutkan pendakian sekitar pukul 3 sore itu. Jalanan yang becek dan licin gak bikin gue dan temen – temen nyerah walaupun udah kepleset berkali – kali.. ahahaha ini sih sudah biasyaaahhh..

IMG_3755
Sebelum mulai nanjak, ACTION! :D
IMG_3763
Pintu Masuk Gunung Prau

Bermodalkan Peta coretan dari Mas Dwi, gue mendaki lewat jalur desa Dieng, lewatin kuburan, lewatin perkebunan warga, ah jalurnya enak deh.. sampai tiba dimana kita memasuki pintu gerbang Prau eng ing eng..  perhatian perhatian, Pintu pendakian Prau telah dibuka, mamam noh jalur nanjak dan licin :p *ngelus – ngelus dengkul*

prau
Pos Tower

Gak kehitung udah berapa kali kepeleset tapi gak bikin gue kapok, show must go on right?! Oiyah kali ini gue jalan bareng Bekeper, ada Cemoonnkk as usual, ada Obe sama si Dede, seperti biasa kali ini gue jadi yang paling ganteng sendiri XD Pendakian kali ini fun banget, jadi gak berasa capek walaupun ngelewatin jajaran bukit yang “PHP” karena gak sampe – sampe dan akhirnya gue dan tim sampe juga di Pos Tower. Dimana disitu suasananya mistis banget, ada pos untuk kontrol tower, tower dengan kabel seliweran, diselimuti kabut, duh makin bikin merinding deh.

IMG_20140901_195907

IMG_20140901_195805
Sunset dari Prau
IMG_20140514_023845
Pemandangan yang jarang terjadi.. Pelangi pas sunset.. :D

Akhirnya gue dan tim lanjut jalan lagi dan kali ini gue disuguhkan oleh pemandangan sunset yang spektakuler karena dihiasi dengan pelangi! Anjriiiiitt!! Pemandangannya indah banget.. bahkan foto pun tidak akan bisa melukiskan gimana indahnya sunset sore itu. Matahari begitu cepat terbenam, padahal gue masih belum puas foto – foto, tapi gue harus lanjut jalan lagi sebelum gelap, dan yes!! Akhirnya gelap juga.. perjalanan tetap dilanjutkan sampai kita dapat tempat untuk ngecamp. And thanks God kami tiba di Puncak 1, gue dan temen – temen bergegas untuk bangun tenda karena anginnya gilaaaakkk!! Kenceng membabi butaaa.. *aiihh bahasa gue aneh! Tapi beneran deh, tuh malam anginnya kenceng banget.. kebayang gak pas gue lagi kencing di belakang tenda, terus anginnya dateng.. duuhh semeriwing itu si… ah sudahlah ini satu tujuh tamabah :p *untung air kencing gue gak jadi beku karena saking dinginnya xD

IMG_3797

Tenda udah siap, seperti biasa gue dan cemoonnkk dapet jatah masak. Malam itu gue bikin Fuyunghai, Fried Vegie, sama saute. Kami harus hemat air karena di Prau gak ada mata air, jadi masakpun harus sesuai dengan medan di gunung. Setelah kenyang, kami lanjut main kartu.. duh hari itu sepi banget, gak ada orang lain selain kami disitu. Gunung ini serasa milik sendiri :D

IMG_20140901_231222
Belajar Foto sama kaka Cemonnkk and finally! see what I’ve got? :D
IMG_3812
Dieng at Night from Above

Pagi – pagi buta gue sama cemoonnnkk udah bangun buat photo bintang dong, karena pemandangannya bagus banget, jadi gue gak akan sia – siain moment ini. Nunggu sunrise di tenda ditemani angin yang masih whuuuussss kenceng banget bahkan sampai bikin fly sheet kami terbang kaya permadani #yakaalleee..

IMG_20140902_095417
Sunrise Love from Mt. Prau

???????????????????????????????

Matahari pagi itu juga gak kalah indahnya dengan di gunung lain, memang yang orang bilang itu benar “Prau itu tempat ngeliat sunrise dan sunset yang keren dan bisa liat semua gunung di jawa tengah” benar saja, makin meninggi mentari pagi itu, makin terlihat jelas semua keindahan Gunung Prau. Gue sempetin untuk jalan – jalan lewatin bukit teletubies dan pemandangannya memang bikin gue dan temen – temen berdecak kagum.

IMG_5109

IMG_5098

“nikmatilah waktu kalian, sebelum kalian tidak bisa menikmati lagi waktu tersebut! enjoy your youth! :D”

IMG_5097

Sayang, gue dan tim gak ngelanjutin perjalanan sampai puncak utama dimana bisa ngeliat pemandangan gunung Sindoro secara dekat di depan langsung. Well, karena masih banyak yang harus dikerjain gue dan temen – temen mutusin untuk turun ke Dieng karena petualangan di Solo dan Jogja sudah menunggu :D selesai packing, seperti biasa gue yakin semua rombongan pendaki akan ngelakuin hal yang sama.. apa hayo?? Yeap bener “Photo – photo” moment kaya gini harus diabadikan nih..

IMG_3846
Our Selfie always! :D

IMG_3884

IMG_20140904_180724

Dan If I have a chance, I will come back soon to Prau!

Perjalanan turun makin seru ketika jalur semuanya masih becek dan licin.. and you know what? Buat gue perjalanan turun adalah hal yang paling menyiksa dan berat, entah kenapa buat gue itu jauh lebih sulit daripada pas nanjak perjalanan naik. Sekali lagi jangan ditanya berapa banyak Gue, Obe, Cemoonnkk dan Dede jatuh dan tak bisa bangkit lagi.. eeaallaahh.. tapi disini yang menang jatuh terbanyak adalah Obe.. kepeleset terlucu adalah Cemoonnkk.. dan mereka semua ketawa – ketawa tanpa beban walaupun pantat sakit.

???????????????????????????????

???????????????????????????????

Itulah temen – temen gue yang super ajaib, nyebelin, dan kadang baik :p

Pesen gue walaupun Prau gunung yang gak tinggi, please jangan underestimate dengan jalurnya apalagi sok – sok-an main naik tanpa registrasi dan tanpa perlengkapan mendaki yang safety dan standard.. jangan deh! Jangan kotorin nama Prau dengan hilangnya orang karena sok belagu di gunung, atau orang di SAR karena kehabisan makanan atau dehidrasi karena kurang air.

Jadi gunung apapun, tetaplah mendaki sesuai dengan aturannya sesuai dengan safetynya.

Happy Safe Trekking!

~abex~

Photo by Billy Djokosetio – Ongston Beartho – Abex

Gunung Batur Tempat Keren Liat Sunrise di Bali

Hell-O Bali!

Mt. Batur from Kintamani Photo By Billy DJokosetio
Mt. Batur from Kintamani
Photo By Billy DJokosetio

Gue lagi kangen sama Bali, si travelmate lagi liburan di Bali yah tepatnya sih lagi ada acara keluarga. Well, okay lets go back to the point. Waktu itu November lalu, gue bareng Billy ngetrip ke Bali, rencananya sih kita mau explore Bali kalau bisa yah ke seluruh pelosoknya, tapi sayang 10 hari di Bali pun gak bisa membuat gue puas explore disana karena waktunya masih gak cukup. Yah gituh deh manusia, kalo masalah liburan, masalah uang gak pernah cukup #eeeeaaa

Perjalanan gue dimulai dari Denpasar tempat dimana gue tinggal, jam 7 malam gue berempat bergegas siap – siap untuk berangkat ke Gunung Batur yang berlokasi di Kabupaten Bangli – Bali. Kata orang sih jalurnya pendek dan hanya butuh waktu kurang dari 2 jam untuk sampai di puncak 1 gunung Batur. Gunung Batur juga terkenal dengan danau Baturnya yang bisa dinikmati dari Kintamani. Duh dulu gue pernah study tour pas SMIP ke Kintamani dan Cuma bisa liatin Danau dan Gunung Batur yang begitu indah, eh sekarang kesampaian dong buat trekking ke Gunung Batur.

sebagian kaldera gunung Batur
sebagian kaldera gunung Batur

Gunung Batur 1.717 mdpl juga salah satu gunung yang mempunyai kaldera terbesar didunia itu sih katanya Van Bemmelen pada tahun 1949 seorang ahli geologi asal Belanda. Kalderanya berukuran 13,8 x 10km very wikipedia yah gue gak tau pasti berapa ukurannya karena kemarin pas kesana, gue gak ada waktu buat ngukur kalderanya, tapi yang jelas kaldera gunung Batue emang luas banget,  gue bisa liat dari puncak gunung Baturnya.

IMG_0022

Setelah 3 jam melakukan perjalanan, akhirnya gue sampai juga di pos pendakian Gunung Agung, saat itu gue mau sewa guide tapi sayang, semua guide lagi pada tidur dan akhirnya gue memilih untuk percaya sama Wisnu dan Mbull yang emang aseli orang Bali dan udah pernah ke gunung Batur, entah kapan mereka terakhir kesana tapi yah gue sebagai tamu Cuma bisa ikut ajah. Aku mah apah atuh… :p

Tepat pukul 1.30 pagi, gue berempat mulai jalan menyusuri jalanan berpasir ditengah hutan, entah hutan atau kebon warga yang jelas gelaplah. Mbull lebih mempercayakan Wisnu untuk jadi penunjuk jalan, entah gimana kami sudah berjalan lebih dari 2 jam tapi belum ada tanda – tanda kehidupan kalau kami masuk kedaerah pegunungan. Sampai akhirnya Wisnu bilang “gue pusing, gue bingung jalurnya banyak berubah dan barulah kami sadar bahwa kami kesasar.

Gue ngakak sengakak ngakaknya karena ternyata si Wisnu abis minum dan agak sedikit teler makanya dia gak inget jalan, dan parahnya kami udah jalan 3 jam dan ngelewatin 3 punggunggan dan itu ternyata tempat banyak truk yang mengeruk pasir. OMG! Gue makin ngakak.. padahal sih mulai berasa panik tuh mana dingin banget lagi, sampai akhirnya si Mbull ngeliat ada pohon besar dan dia inget pernah istirahat di pohon besar itu, kami pun buka jalan dan menuju pohon besar dan bingo! Yes.. kami dapat jalur pendakian menuju Batur.

Gue dan rombongan melanjutkan perjalanan lagi, kali ini memang mulai terlihat jelas jalur Batur yang mulai terjal, tanah yang berdebu serta pasir mulai berasa membuat kerongkongan kami kering. Terus melanjutkan perjalanan, rasanya mau marah ke temen gue yang bilang jalur Batur gampang, iihh gampang dari Hongkong jalurnya nanjak dan ampun ga ada bonus. Dari atas kejauhan, gue melihat lampu kerlap kerlip headlamp satu rombongan, sepertinya ada rombongan lain yang mau mendaki. Gue liat mereka masih jauh, ah lumayan rombongan gue jadi rombongan pertama yang naik hari itu, tapi ternyata eng-ing-eng dalam waktu setengah jam rombongan itu sudah menyusul rombongan gue, and guess what? Mereka naik mobil dong sampai batas Pura, dan gue benar – benar sudah salah jalur menghabiskan waktu lebih dari 3 jam kesasar, dan mereka Cuma naik dalam waktu setengah jam dan pakai mobil… selamat yah bex!

and the sunrise from above Bali
and the sunrise from above Bali
View From The Top Of Mt. Batur
View From The Top Of Mt. Batur

Tapi pengalaman itu bikin gue ketawa – ketawa apalagi setelah terbayarkan sampai puncak Batur yang pemandangannya super duper keren! Sinar matahari perlahan mulai muncul dari ufuk timur, menghiasi awan – awan kecil yang bentuknya lucu kaya gula – gula kapas makanan gue waktu kecil. Pemandangan tepat di depan gue berdiri tegak Gunung Abang dan Sang Agung “Roof Top Of Bali” membayangi dibelakangnya. Gue beruntung bisa melihat Rinjani dari kejauhan sambil dadah – dadah dan bilang “hi bex, do you miss me?” sebulan lalu gue berdiri di atap Rinjani.

IMG_20140815_071224

IMG_1000

Pemandangan yang luar biasa indah pagi itu, kesasar dan lelah terbayar dengan Danau Batur yang mempunyai luas sekitar 16 km yang berada disekeliling, danau yang berbentuk bulan sabit itu menempati bagian tenggara kaldera, panjangnya sekitar 7,5 km dan lebar max nya 2,5 km, kelilingnya? Duh gue gak sempet kelilingin tapi kalau versi wiki sih sekitar 22 km.

Pos 1 Mt. Batur from the top
Pos 1 Mt. Batur from the top

Puncak gunung Batur ada 3, kali itu gue berada dipuncak 3. Begitupun dengan kawahnya. Batur merupakan gunung api aktif yang sudah meletus 26 kali. Pemandangannya disana luar biasa. Oiyah di gunung Batur terdapat Pura, umat Hindu di Bali masih menganggap Batur sebagai gunung suci untuk tempat sembayang. Di puncak Batur juga ada banyak warung loh, biasanya kalau week end warungnya buka menyajikan jajanan hangat seprti gorengan, mie rebus atau goreng, dan minuman hangat. Harganya yah begitulah, lumayan menguras dompet maklum saja yang berkunjung ke Batur rata – rata bule – bule yang lagi liburan.

 Si jahil yang lagi sibuk "ngurus anak" :p
Si jahil yang lagi sibuk “ngurus anak” :p

Di puncak Batur juga banyak banget monyet dan monyetnya cukup jahil suka merebut makanan, jadi yang bawa camera, handphone, makanan harus lebih ekstra hati – hati.

Well, yang jelas gue puas punya pengalaman seru di gunung Batur semuanya “4 jempol” deh. Makasih buat Mbull, Wisnu and Billy yang udah nemenin gue ke Batur.

Seperti yang gue bilang, lain kali kalau ke Bali silahkan coba sensasi baru dengan trekking bukan hanya main di pantai ajah, karena Bali mempunyai banyak keindahan dari ketinggian :)

gak lupa dong harus selfie sama si travelmate
gak lupa dong harus selfie sama si travelmate

IMG_1013

Ps : pas lagi ke Batur kalau bisa pakai masker / ruff /  buff untuk menutupi mulut dari debu tanah / pasir yang naik saat kita perjalanan turun. Basahkan sedikit buffnya agar bisa tetap bernafas dengan baik tanpa terkena debu yang bisa membahayakan pernafasan dan kesehatan.

~abex~