Tips Ala Anak Bebek : Memilih Teman Mendaki Gunung

Hell-O World,

tips-03

Gue lagi kangen banget nih naik gunung.. wondering naik gunung bareng travelmate, bareng emen – temen, ketawa – tawa, talking about those silly jokes and play around with them.. whooooaaa!!

Buat gue pribadi, gue lebih seneng mendaki gunung bareng dengan temen – temen atau sama si doy ((doy hahhahaha)).. Gue lebih prefer mendaki dengan tidak terlalu rame dalam 1 group, misal hanya berlima atau berenam biar genap hahhaha..kecuali kalo ada special occasion yang mengharuskna mendaki dengan banyak orang..

Alasannya, mungkin karena gue lebih seneng suasana tenang yang gak rame banget kalo pas di gunung.. :D

Oiyah selain itu juga, gue dilarang banget Trekking sendirian sama nyokap bokap gue.. ((sendirian banget??)) hahhahaa… dan gue lebih seneng nikmatin kebahagiaan di alam dengan dirinyaaa *eettjjiiiyyeeehhh…. I mean dengan temen-temen

Nah karena gue cukup pemilih untuk siapa yang akan menjadi travelmate atau teman trekking gue, berikut nih gue kasih #TipsAlaAnakBebek tentang memilih teman mendaki gunung, monggo si simak… cekibrooottt :

img-20150719-wa1046

1. Untuk pemula (kaya gue) pastikan elu pilih temen mendaki yang berpengalaman, yang tau medan, yang mengerti mendaki gunung.. jangan sampe begitu emergency, dia gak tau harus ngapain eh malah kabur ninggalin elu.. *ada beberapa case terjadi di gunung, temen nya lg hampir Hypo malah dibilang kesurupan, dan malah ditinggalin di tenda sendirian.. karena mereka gak tau harus apa dan gak ada pengalaman… Oh please .

2. Pastikan pilih temen jalan yg mau diajak berbagi, jangan cuma mau gratisan dan makan paling banyak.. masalah duit itu sensitif, dan masalah orang yang gak mau berbagi itu paling malesin, udah pelit, makan sendiri, ngemil gak bagi-bagi.. mau nya gratis lg.. duh.. *pengen disiram air keras hahahhaha..

img-20150719-wa1045

3. Cari temen yang mau diajak TEAM WORK, berbagi sama beban, dan bisa diajak jd team yang seru. jangan sampe elu doang yang bangun tenda, masak, cari air, eh dia malah enak-enakan modusin orang atau mungkin tidur ajah kerjaannya.. *kalo ada yang kaya gini, pastikan kalian bawa lem tikus, baygon atau obat pencahar sodorin ke dia… hehehe ✌✌

4. Pilih teman yang susah senang bareng gak akan ninggalin dibelakang.. minimal harus bisa saling support.. nguatin dan bukan yang jatuhin mental..

5. Ini penting, Kalo mau Modusin temen jalan nya, pastikan elu modus ke orang yang tepat, jangan sampe elu udah capek gendong dia ke puncak, bawain carrier kulkas 3 pintu punya dia, eeeh cinta malah ditolak… *peeerriiihh braaayyy periihhhh *emaapp :p

img-20150719-wa1044

  1. Cari teman yang gak pelit ilmu, ini juga kudu dicatet nih… perjalanan itu soal berbagi.. ilmu itu juga harus dibagi supaya bisa saling belajar dan bertukar pengalaman..
  2. Pilih teman yang mau bertanggung jawab jika ada sesuatu hal yang menimpa elu, minimal dia gak akan ninggalin elu di belakang lah.. *tapi bukan bertanggung jawab soal nganu loh yaaahh *__*
  3. Yang terakhir sebelum mencari teman jalan, pastikan berkaca dulu dengan diri sendiri, mau nuntut lebih tapi pastikan koreksi diri hehehe.. :)
img-20150719-wa1037
In frame : Pape – Dede – Ragil – Dee – Billy – Abex Photo 2014 – Mt. Papandayan

Kira-kira seperti itu Tips memilih teman mendaki, karena menurut gue tidak akan menyenangkan jika mendaki bareng dengan orang yang tidak sejalan… berbeda boleh tapi setidaknya jangan sampai merugikan :D

Selamat memilih teman mendaki.. oiyah Pastiin juga ada yang mau mendaki sama elu yah…. *eeehhh maap
Sekian dan terima pelukan hangat! 😜

PS. ini foto-foto lama saat pendakian ke Papandayan.. edisi kangen Trekking sama Dee! :D

Cheers

Abex

Advertisements

New World

Hell-O World!!

Selamat 2017!

Selamat berganti Kalender. Harapan dan Doa yang terbaik untuk semuanya di tahun ini.

Yuhuuuu akhirnya mengudara lagi disini setelah belasan purnama gue lewati… hazeeekkk!! Gue kangen banget sama blog gue yang udah lama gue gak urusin karena sibuk mencari cinta yang hilang :D

Its really nice to be back here again, banyak banget perjalanan yang udah gue laluin selama tahun 2016 kemarin, tentunya banyak juga petualangan yang sudah gue lakukan dan membuat gue semakin kaya akan ilmu dan pengalaman. Gue akan ceritakan semua di sini.anakbebek-recovered

Kalo ditanya kenapa sih ngilang dari Blog? – gue gak ilang kok, Cuma memang lagi hectic banget dengna urusan kantor dan masih belum bisa manage antara ngurus blog dengan instagram secara barengan.. :D *sok iyah ajah! But seriously beberapa waktu yang lalu memang lagi banyak hal yg harus dikerjakan demi segenggam berlian dan sewa catering kawinan kan yak? Hahahhahaha.. *yg ini becanda

Anyway balik lagi ke blog ini yahhh…

TheClumsyDuck.com akan menampilkan beberapa hal yang berbeda, begitupun dengan beberapa hal baru tentang perjalanan gue dengan Travelmate gue @BillyDjokosetio di @Bekeper akan gue share disini, lengkap dong dengan link youtube terbaru gue.

bekeper-logo-black

YEAY!! Akhirnya 1 resolusi 2017 tercapai yaitu punya Channel perjalanan gue berdua dengan si doi :D link nya berikut : https://www.youtube.com/channel/UCazl7M9AlJvVzZR1XCFqMTA  Jangan lupa tonton dan subscribe yeesss!! Karena gue akan banyak posting video perjalanan, dengan tema :

 #Bekeper Journey : mengambil tema perjalanan gue dengan sang Travelmate Billy Djokosetio. Semua dikemas dalam bentuk vlog yg asyik dan ringan serta, semoga bisa memberikan pengetahuan seputar perjalanan yang kami sudah lalui

#AdventureDate : cerita tentang perjalanan kami dan orang – orang disekeliling kami, dalam #AdventureDate ini kami akan berkolaborasi dengan orang – orang keren. Petualangan ini akan menjadi cerita dan pengalaman untuk kami sendiri dan tentunya untuk orang – orang yang sudah mau jadi tamu special kami :D

#TipsAlaAnakBebek : nah kalo yang ini, special request dari temen – temen, Tips Ala Anak Bebek now is on Youtube. Semua Tips yang sudah dibagikan di Instagram akan gue share di Youtube. Semoga Tips ini bisa berguna buat semua penontonnya.

Gak muluk – muluk sih harapannya, semoga apa yang gue tulis, apa yang gue buat semoga menjadi karya yang bisa berguna untuk orang lain. Karena gue percaya, bahwa ilmu tidak akan berkembang kalau tidak dibagikan ke orang lain.

Happy Reading Folks!

Cheers

Abex yang lagi di Nepal yang sangat merindukan Mie Ayam Bakso, Rujak, Masakan Emak dan Blue Cozy Lala Land – My Room!

Perlengkapan Mendaki Gunung itu PENTING!

Perlengkapan Trekking Versi Abex

Sumber : By Om Boughil Blogspot
Sumber : By Om Boughil Blogspot – Gambar by Taufik Susilo

Gue mau share perlengkapan mendaki gunung yang harus dibawa, yah ini sih versi gue yah.. yang salah monggo di koreksi, kalau yang benar, bayar :p no…. silahkan dipakai semoga berguna..

Inget mendaki gunung itu bukan perkara yang mudah.. jangan cuma karena liat film sehingga berpikir bahwa mendaki gunung itu gak perlu peralatan yang rempong, no its not. Harga perlengkapan mendaki gunung ini memang terbilang cukup menguras dompet, makanya mungkin banyak orang bilang pendaki gunung itu kere, dekil, tapi mereka gak tau bahwa perlengkapan mendaki itu harganya bisa sampai berjuta – juta.. *ketawa sinis* hihiihihi…

So, gue coba berbagi tentang perlengkapan mendaki gunung, tapi maaf gue belum sempet foto – foto jadi gue copy dari halaman sebelah nih untuk gambar nya..

Perlengkapan Mendaki Gunung Untuk Group : 

  • Tenda (Bawalah tenda sesuai kebutuhan, jika yang mendaki Cuma 4 orang, gak perlu juga bawa tenda pleton atau tenda biru)
  • Frame Tenda (Nah inget, bawa tenda jangan lupa bawa frame nya. Begitupun sebaliknya..)
  • Matras (Biasanya sih ini bawa sendiri – sendiri, tapi masih banyak juga yang matrasnya sering nebeng :p)
  • Fly Sheet
  • Perlengkapan masak : kompor, paravin/gas/liquid, trangia/panci/penggorengan dll, nesting, korek api, lilin, tempat air/teko
  • P3K (Tapi P3K ini juga wajib dibawa pribadi yah..)
  • Webbing/tali Prusik
  • Tali Rafiah
  • Peta / Brosur Informasi tentang Gunung Setempat

Perlengkapan Mendaki Gunung Pribadi : 

  • Ransel/Bagpack/Carrier/Daypack (inget jangan pake kantong plastic, jangan)
  • Sleeping Bag
  • Matras
  • Sepatu (ini penting, karena buat gue naik gunung itu gak keren pake sandal dan gak safety)
  • Sandal (untuk di campsite)
  • Toiletteries
  • Headlamp/senter
  • Kompas
  • Botol Air Minum
  • Topi/buff/slayer
  • Sun block (ini bukan buat gaya – gayaan, tapi kulit yang terkena sinar UV secara langsung dapat menyebabkan kanker kulit)
  • Kacamata (apalagi kalau di gunung es, ini penting banget biar gak kena snow blind)
  • Kaos kaki (jangan jorok harus sering ganti, apalagi basah, kaos kaki basah bisa menyebabkan hypothermia)
  • Sarung Tangan
  • Perlengkapan Makan (di gunung Indonesia ga ada restaurant yang semuanya disajikan, jadi bawa perlengkapan makan sendiri)
  • Pakaian Ganti T-shirt, Celana Panjang, Celana Pendek, Pakaian Dalam (bawalah Pakaian ganti sesuai dengan kebutuhan pendakian, dan sisakanlah satu pasang sebagai cadangan jika basah atau terjadi hal – hal diluar dugaan)
  • Jacket (biasanya gue bawa inner/polar/fleece dan windbreaker)
  • Pisau Lipat
  • P3K pribadi
  • Balaclava atau yang biasa disebut kupluk (buat tidur bikin anget nih)
  • Camera (obat narsis :p)
  • Raincoat/Ponco/Jas Hujan
  • Trekking Pole
  • Trash Bag
  • Notes (gue selalu bawa notes/buku catatan kecil just incase we need it)
  • ID Card (ini juga penting)

Catatan : entah kenapa gue gak rekomen untuk pake Celana Jeans pada saat mendaki gunung. Selain berat, pada saat di packing juga makan tempat banget. Belum lagi saat hujan, bikin makin berat dan ladies inget.. cewe pake jeans kelamaan itu tidak baik buat kesehatan miss V :)

Untuk masalah Sepatu.. kenapa gue bilang penting? Karena itu proteksi untuk melindungi kaki kita dari cidera seperti ankle/keseleo atau cidera lainnya. Karena kaki adalah komponen terpenting dalam pendakian, kalau kaki elu cidera gimana bisa melanjutkan pendakian. Trust me cidera angkel karena pakai sandal adalah hal terbodoh dalam pendakian.

Rangkaian perlengkapan diatas adalah perlengkapan yang paling standard, belum yang mendetail lagi. Silahkan kalau ada yang mau mengoreksi atau menambahkan lagi :)

So, masih mau bilang naik gunung itu gampang? Masih mau bilang olah raga kami ini olah raga anak – anak kere dan gembel? Masih mau main – main dengan perlengkapan pendakian?

Buatlah perjalanan kalian senyaman dan seaman mungkin, karena yang terpenting adalah kembali ke rumah dengan selamat dan tentunya komponen pendukungnya adalah persiapan pendakian yang matang.

Untuk gambar jelasnya dan info lengkap tentang alat – alat mendaki bisa buka tulisan dari Bang Boughil salah satu senior yang senang berbagi pengalaman soal mendaki gunung http://boughil.blogspot.com/2013/03/mari-mendaki-taufik-susilo-bagian_15.html atau bisa liat di http://www.kaskus.co.id/thread/511598274f6ea16227000008/panduan-mendaki-gunung-dalam-infografis

Happy Safe Trekking

~abex~

Pesona Gunung Papandayan

Hell-O Garut!

Mt. Papandayan
Mt. Papandayan

Enaknya cerita tentang apa yah? Oh kayanya gue lagi kepengen bahas soal “Papandayan” deh. Kenapa harus Papandayan? Yang pertama Papandayan tuh gunung yang paling gak ngebosenin, yah semua gunung sih gak ngebosenin, tapi Papandayan itu punya banyak pemandangan yang indah – indah banget, yang kedua, gue kangen naik gunung nah karena kaki gue cidera jadi gunung yang paling memungkinkan untuk di daki adalah yah Papandayan karena dekat dan medan yang tidak terlalu berat, yang ketiga, yah suka suka gue dong mau nulis tentang apa, yang mau nuliskan gue – hiraukan! :p

Papandayan terletak di Garut, Gunung dengan tinggi 2622mdpl ini memang menjadi gunung favorit pendaki yang berdomisili di Jawa Barat, karena medan yang tidak terlalu berat untuk sampai camp site, kemudian pemandangannya kereeennnnn banget!!! Ada hutan mati, kawah, sungai warna warni, ada padang edelweis, dan edelweis disini itu wanginya beda dengan yang ada di tempat lain.

IMG_0229

Kali ini gue jalan bareng sama “Bekeper” kita emang plan untuk road trip bawa mobil sendiri dan bertualang ke daerah Jawa Barat. Well Papandayan is first destination. Setelah 5 jam nyetir sampai pantat tepos, akhirnya sampai juga gue dan temen – temen di Cisurupan Garut tapi sayang sekali perjalanan gue belum berakhir, biasanya para pendaki yang dateng ke Papandayan harus menyewa pick up atau ojek untuk diantar sampai ke Base Camp gunung Papandayan, maklum jalanan untuk keatas memang cukup sulit dan jalannya penuh dengan batu dan berlubang. Siap – siap digoyang deh kalau jalan kesana. Kami memilih untuk tetep nyetir dan bawa mobil sampai ke Base Camp, duh goyangannya ngalahin naik bajaj.

Foto dulu dong sebelum start trekking
Foto dulu dong sebelum start trekking

Tiba di Base Camp gue sudah ditunggu oleh guide, karena memang sengaja kami memakai jasa guide untuk mendapatkan informasi sebanyak mungkin tentang Gunung Papandayan, yah ceritanya sih ngetrip sekalian belajar. Hampir pukul 5 sore, setelah melakukan registrasi, gue dan team bergegas memulai pendakian. Gak lupa dong untuk foto dulu sebelum jalan. Cuaca kali itu berkabut, dan hari itu Papandayan sepi cuuuyy!! Cuma rombongan gue doang yang naik, yah jelas ajah gue naik hari Rabu disaat orang – orang lagi pada sibuk kerja dan sibuk nikmatin macetnya kota Jakarta :p

Perjlananan penuh dengan kabut itu ditempuh dalam waktu kurang lebih 2 jam untuk sampai di Camp Site pondok Salada. Gue kurang begitu suka sih naik gunung malam hari, tapi karena ini ngejar waktu yah jadi apa boleh buat. Dengan peralatan lengkap dan membawa 2 orang guide sekitar pukul 6.30 kami tiba di camp site Pondok Salada. Enaknya di Papandayan, sumber air dekat dan ga repot untuk masalah air. Sementara Obe dan Rani sibuk berkutak katik mendirikan tenda, gue dan Billy sibuk menyiapkan makan malam. Kali ini gue masak “ayam asam manis pake nanas, sup jagung, brokoli saus jamur dan tentunya pake nasi putih”  inget di gunung ga ada restaurant jadikanlah camping lu tuh menyenangkan bukan dengan Cuma makan mie doang :p gue sebisa mungkin selalu menyediakan menu yang sehat, karena tubuh kita butuh asupan makanan yang kaya akan karbo dan vitamin supaya tetep fit saat melanjutkan perjalanan lagi.

Masak - masak
Masak – masak

Setelah menikmati sajian makan malam, sayang malam itu langit tertutup kabut jadi gak bisa deh bikin timelapse bintang. Dan malam itu dingin banget. Kabut menyelimuti malam kami, dan dinginnya Papandayan menemani kami terlelap sampai pagi.

IMG_3762

Its sunrise time, pagi – pagi buta Obe udah bangunin buat ngeliat sunrise, duh emang sih paling malas dibangunin untuk liat sunrise karena gue bukan sunrise atau sunset hunter. Well, berhubung tempat liat sunrisenya Cuma jalan sekitar 15 menit, gue bangun deh. Dan gue mau liat kaya apa sih sunrise di Papandayan, dan ternyata kereeeennnn banget! Bayangan segitiga sempurna dari gunung Cikuray terlihat jelas, dan matahari bersembunyi dari baliknya. Lambat namun pasti naik ke permukaan awan dan mulai merona. Ah pagi itu memang indah, ga nyesel deh bangun pagi!

Sunris Mt. Papandayan
Sunrise Mt. Papandayan

Setelah sunrise, gue dan temen – temen siapin sarapan berbagi tugas yang lain bongkar tenda dan seperti biasa gue dan Billy urusan di dapur buat masak. Kali ini gue bikin menu sarapan “beef burger” jadi kata siapa anak gunung Cuma makan indomie sama kornet doang? :D di gunung semua bisa dikreasikan asal ada niat, sekali lagi badan ini butuh asupan makanan yang benar.

IMG_0169

Menu Breakfast ala Bekeper
Menu Breakfast ala Bekeper

???????????????????????????????

Sambil nikmatin burger, minum teh hangat, disajikan pemandangan hijau hutan Papandayan, bunga edelweis yang semerbak dan matahari pagi yang bersahabat. Sambil ngobrol santai sama sahabat, akh! Nikmat banget rasanya hari itu di Papandayan serasa dunia milik kami berempat doang karena memang tidak ada satupun orang disana kecuali kami dan guide.

Breakfast Time!
Breakfast Time!

Tepat pukul 8.30 gue dan temen – temen lanjutin perjalanan ke Tegal Alun, kenapa gak muncak? Papandayan memang punya puncak, tapi jarang ada yang bisa tembus kesana, jalur yang sulit dan beresiko membuat pendakian ke Puncak tidak dianjurkan, jadi gue dan temen – temen mau main – main ke Tegal Alun dimana disana ada keindahan lain dari Papandayan.

Hutan Mati Gunung Papandayan
Hutan Mati Gunung Papandayan
Dead Forest  Photo by Billy Djokosetio
Dead Forest
Photo by Billy Djokosetio

Menuju Tegal Alun, kita melewati “hutan mati” hutan ini begitu mistis apalagi kalau sudah tertutup kabut, batang – batang pohon yang kering menghitam membuat suasana jadi “creepy” tapi exotic banget.. keren lah, liat sendiri fotonya :)

Hutan Mati
Hutan Mati

???????????????????????????????

Jalur ke Tegal Alun, nanjaaakkk mulu ga adanya matinya lumayan nyium – nyium dengkul lah. Tapi setelah sampai di Tegal Alun, semua lelah, semua keringet, terbayarkan dengan pemandangan hamparan bunga edelweis yang indah banget.. wanginya berbeda dengan yang lain.. bentuk bongkahan pohonnya juga beda dari gunung lain, disini lebih rimbun. Tegal Alun luas banget, tapi pihak Base Camp Papandayan membuat peraturan untuk tidak bermalam / ngecamp di Tegal Alun. Alasannya sih karena sulitnya prosedur evakuasi jika terjadi gempa atau tiba – tiba aktif, dan di Tegal Alun anginnya juga lebih kencang karena daerahnya terbuka.

Edelweis Tegal Alun
Edelweis Tegal Alun
Tegal Alun
Tegal Alun
Tegal Alun
Tegal Alun
Bunga Abadi Edelweis dilarang di petik apalagi dibawa pulang!
Bunga Abadi Edelweis dilarang di petik apalagi dibawa pulang!

Puas menikmati Tegal Alun, waktunya turun dan balik ke base camp. Perjalanan menuju base camp, kami ngelewatin kawah Papandayan yang memang berada disepanjang jalur sebelum hutan mati. Bau gas belerang sangat menyengat. Disana juga kita bisa menikmati aktibitas volcano volcano kecil yang menyemburkan asap dan air yang mendidih. Yah lumayan lah kalo nyelupin tangan kesitu bisa jadu Sop Tulang :p

IMG_0440

IMG_0442 (2)

IMG_0382

 

Papandayan emang keren deh, semua jalurnya menyajikan pemandangan yang kece membahana WOWnya tiada tara. Emang bener kata Obe, Papandayan akan selalu dirindukan, dan gak akan pernah bosen untuk selalu datang lagi.

IMG_0216

Terimakasih Papandayan, rupamu begitu menawan, indahmu selalu dikenang, hutan matimu selalu dirindu, pesonamu selalu dinantikan :D

Mau liat video keren Papandayan? silahkan klik link ini http://www.youtube.com/watch?v=RxJsKOz59eE :D

for more video please click this link Happy Watching!

Jangan lupa yah untuk safety trekking dan bawa turun kembali sampahmu! :)

Surat Untuk Sahabat..

kapan kamu akan mengajak saya kesini lagi?
DSC_0515
Pertanyaan simple yang masih ada di benak saya, sudah satu bulan lebih tubuh ini terbaring tidak lemah namun hanya tidak bisa melakukan banyak pergerakan. Kecelakaan itu membuat kaki ini harus beristirahat sejenak dari semua perjalanan. Sakit dan sedih, jelas karna kaki ini adalah bagian dari semua perjalanan ini. Namun, saya masih bisa tersenyum dan bersyukur karna saya masih diberikan nyawa dan nafas kehidupan. Coba ajah seandainya kecelakaan itu merenggut nyawa saya, jelas saya tidak mungkin bisa menulis ini, akan jadi horor banget kalau saya bisa nulis ini tapi saya sudah… ah.. sudahlah.. gak penting :)
Memang pembahasan lain jadi gak penting, karna yang penting saat ini adalah saya sedang merindukan ada disana..
di satu tempat bernama ketinggian, tempat dimana kabut selalu menyelimutinya, keindahan selalu bersamanya, dan kedamaian selalu ada didalamnya.. pegunungan itu selalu memberi kerinduan tersendiri terhadap pecandunya..
Entah ada racun apa didalamnya, tapi suasana di pegunungan itu selalu membuat saya ingin selalu kembali mengunjunginya.. udara yang sejuk, damai kabutnya, ketenangannya, alamnya… everything! I love everything about mountain.. kalau ada kata yang bisa saya ungkapkan untuk sebuah gunung, mungkin hanya ini yang cocok :
“Terimakasih Tuhan untuk alam yang luar biasanya indahnya ini, bantu saya untuk menjadi bagiannya”
Menjadi setiap bagiannya untuk menjaga dan merawatnya, bukan hal yang sulit bukan? :)

 

Kapan kamu akan mengajak saya untuk kembali melihat tenangnya awan?
IMG_0162 (2)
Kelak satu saat nanti, jika kaki ini sudah mampu untuk berjalan saya akan melanjutkan perjalanan saya yang tertunda.. saya tahu, kelak kamu akan menemani saya kembali untuk merajut semua mimpi dan untuk menikmati keindahan di setiap sudut alam ini.. :)

 

Kaki ini sudah menjadi sahabat setia saya yang menemani setiap perjalanan saya.. cepat sembuh yah! saya rindu kamu… :)
DSC_0657note untuk travel mate saya :
saya tahu, kelak kamu akan menggandeng tangan saya lagi untuk melangkah diketinggian… saya tahu, kelak kamu akan mengajak saya kembali untuk menjelajah berpetualang melihat keindahan dari atas gunung sana… saya tahu, kelak kamu akan menggendong saya ketika kaki ini sudah tidak mampu lagi menahan sakit dan lelahnya karna sekrup dan pen yang dipasang di dalam kaki ini.. saya tahu, kamu masih disana menunggu saya :)
terimakasih kamu masih mau sabar untuk menunggu saya pulih.. :)
~abex~

photo by : Base Camp Documentary