Tips Ala Anak Bebek : Memilih Teman Mendaki Gunung

Hell-O World,

tips-03

Gue lagi kangen banget nih naik gunung.. wondering naik gunung bareng travelmate, bareng emen – temen, ketawa – tawa, talking about those silly jokes and play around with them.. whooooaaa!!

Buat gue pribadi, gue lebih seneng mendaki gunung bareng dengan temen – temen atau sama si doy ((doy hahhahaha)).. Gue lebih prefer mendaki dengan tidak terlalu rame dalam 1 group, misal hanya berlima atau berenam biar genap hahhaha..kecuali kalo ada special occasion yang mengharuskna mendaki dengan banyak orang..

Alasannya, mungkin karena gue lebih seneng suasana tenang yang gak rame banget kalo pas di gunung.. :D

Oiyah selain itu juga, gue dilarang banget Trekking sendirian sama nyokap bokap gue.. ((sendirian banget??)) hahhahaa… dan gue lebih seneng nikmatin kebahagiaan di alam dengan dirinyaaa *eettjjiiiyyeeehhh…. I mean dengan temen-temen

Nah karena gue cukup pemilih untuk siapa yang akan menjadi travelmate atau teman trekking gue, berikut nih gue kasih #TipsAlaAnakBebek tentang memilih teman mendaki gunung, monggo si simak… cekibrooottt :

img-20150719-wa1046

1. Untuk pemula (kaya gue) pastikan elu pilih temen mendaki yang berpengalaman, yang tau medan, yang mengerti mendaki gunung.. jangan sampe begitu emergency, dia gak tau harus ngapain eh malah kabur ninggalin elu.. *ada beberapa case terjadi di gunung, temen nya lg hampir Hypo malah dibilang kesurupan, dan malah ditinggalin di tenda sendirian.. karena mereka gak tau harus apa dan gak ada pengalaman… Oh please .

2. Pastikan pilih temen jalan yg mau diajak berbagi, jangan cuma mau gratisan dan makan paling banyak.. masalah duit itu sensitif, dan masalah orang yang gak mau berbagi itu paling malesin, udah pelit, makan sendiri, ngemil gak bagi-bagi.. mau nya gratis lg.. duh.. *pengen disiram air keras hahahhaha..

img-20150719-wa1045

3. Cari temen yang mau diajak TEAM WORK, berbagi sama beban, dan bisa diajak jd team yang seru. jangan sampe elu doang yang bangun tenda, masak, cari air, eh dia malah enak-enakan modusin orang atau mungkin tidur ajah kerjaannya.. *kalo ada yang kaya gini, pastikan kalian bawa lem tikus, baygon atau obat pencahar sodorin ke dia… hehehe ✌✌

4. Pilih teman yang susah senang bareng gak akan ninggalin dibelakang.. minimal harus bisa saling support.. nguatin dan bukan yang jatuhin mental..

5. Ini penting, Kalo mau Modusin temen jalan nya, pastikan elu modus ke orang yang tepat, jangan sampe elu udah capek gendong dia ke puncak, bawain carrier kulkas 3 pintu punya dia, eeeh cinta malah ditolak… *peeerriiihh braaayyy periihhhh *emaapp :p

img-20150719-wa1044

  1. Cari teman yang gak pelit ilmu, ini juga kudu dicatet nih… perjalanan itu soal berbagi.. ilmu itu juga harus dibagi supaya bisa saling belajar dan bertukar pengalaman..
  2. Pilih teman yang mau bertanggung jawab jika ada sesuatu hal yang menimpa elu, minimal dia gak akan ninggalin elu di belakang lah.. *tapi bukan bertanggung jawab soal nganu loh yaaahh *__*
  3. Yang terakhir sebelum mencari teman jalan, pastikan berkaca dulu dengan diri sendiri, mau nuntut lebih tapi pastikan koreksi diri hehehe.. :)
img-20150719-wa1037
In frame : Pape – Dede – Ragil – Dee – Billy – Abex Photo 2014 – Mt. Papandayan

Kira-kira seperti itu Tips memilih teman mendaki, karena menurut gue tidak akan menyenangkan jika mendaki bareng dengan orang yang tidak sejalan… berbeda boleh tapi setidaknya jangan sampai merugikan :D

Selamat memilih teman mendaki.. oiyah Pastiin juga ada yang mau mendaki sama elu yah…. *eeehhh maap
Sekian dan terima pelukan hangat! 😜

PS. ini foto-foto lama saat pendakian ke Papandayan.. edisi kangen Trekking sama Dee! :D

Cheers

Abex

Advertisements

Apa Sih Tujuan Mendaki Gunung?

Hell-O Lombok!

The Great And Majestic Rinjani
The Great And Majestic Rinjani

 Akh, kalau bicara kota yang satu ini gak akan ada habisnya apalagi kalau bahas soal keindahan Lombok, mulai dari gunung, pulau, pantai, sampai dalam lautannya. Semuanya Indah! Memang Negara Indonesia itu luar biasa indah banget, Cuma sayang ajah ada beberapa orang – orang tolol yang hobbynya merusak alam Indonesia dengan membuang sampah sembarangan, bahkan gak jarang sebagian dari mereka merusak ekosistem yang jelas – jelas dilindungi. Contohnya seperti perjalanan gue kali, gue dapat kesempatan untuk mendaki Gunung Rinjani, siapa yang gak kenal gunung ini. Gunung Volcano terindah di Indonesia dengan ketinggian 3.726 meter diatas permukaan laut dan gunung ini adalah gunung tertinggi ke 3 di Indonesia, dan satu lagi yang paling menawan gunung ini terkenal dengan danau Segara Anaknya.

Rinjani dari Desa Sembalun
Rinjani dari Desa Sembalun

Dulu waktu gue berumur 13 tahun, bokap gue bilang “setelah Semeru, nanti jangan lupa ke Rinjani yah.. itu gunung indah impian Papa” dan gue selalu ingat kata – kata itu, sayangnya bokap gue sudah terlalu sibuk sehingga sudah sulit untuk mewujudkan impiannya untuk mendaki gunung Rinjani, tapi begitu bangga gue menceritakan tentang Rinjani kepada Beliau karena akhirnya gue berhasil mewakilinya dan mewujudkan impiannya. Gue berhasil menaklukan ego dan diri sendiri sehingga gue diberikan izin oleh yang Empunya Kuasa yaitu sang Gusti untuk menapaki kaki ini di tanah tertinggi di Lombok tersebut. Tsssaaaeeelllaahh Bahasa gue… yah yang jelas gue bangga lah…

Mendaki Gunung
Mendaki Gunung

Tapi perjalanan itu tidak semudah yang orang – orang pikirkan, bahwa mendaki gunung hanya tinggal naik ajah terus camping ceria, kemudian masak – masak, muncak dan bawa turun sampah (walaupun banyak juga yang ninggalin sampah sih), kemudian foto – foto nunjukin kalau udah sampai puncak dan foto bergaya dengan trash bag di depan atau eksis dengan serenceng botol air mineral yang sudah diikat digantung di carrier dan menunjukan bawa “gue udah bawa sampahnya nih” ~ padahal tanpa mengurangi rasa hormat, itu isi carrier masih kosong, sampah botol masih ada yang bisa dimasukin ke carrier.. tapi…. Entahlah…. Sebagian dari mereka ingin menunjukan bahwa “saya sudah bertanggung jawab membawa sampah turun” entah maksudnya apa.. namun harus dengan dicapture foto dengan sampah dan jangan lupa di upload biar semua orang tahu bahwa (sekali agi) “gue udah bawa sampahnya turun” :,)

Well, semua memang terserah tapi sebagian dari mereka mendaki gunung untuk mendapatkan pengakuan bahwa “gue udah naik gunung ini, berhasil muncak 10x, dan udah bawa turun sampahnya” anyway, gue bukan mau bahas itu… tapi bisakah kita berdiam sebentar dan kembali mengingat “apa tujuan dari mendaki gunung?” semua jawaban ada dihati dan kembali lagi ke masing – masing pribadi :)

 ………………………………

???????????????????????????????

Buat gue, pendakian Rinjani adalah salah satu pendakian terberat ketika summit attack, walaupun gue bisa melewatinya lantas bukan berarti gue merasa hebat, tapi gue seperti ditampar, bahwa mendaki gunung gak segampang itu, apalagi ketika gue melihat banyak orang yang gak bisa summit karena fisik drop. Sebagian dari mereka menganggap “enteng” ketika melewati 7 bukit penyesalan, mereka lupa untuk melakukan aklimatisasi, tidak beradaptasi dengan keadaan sekitar, bahkan mereka berjalan terlalu cepat karena menganggap padang savanna Sembalun sangat mudah untuk dilewati. Mereka lupa mengontrol ambisi, sehingga mereka kehabisan energy untuk summit attack. Dan akhirnya ambisi yang berlebihan mengalahkan semua pemandangan indah di atas puncak sana.

Karena mendaki gunung bukan hanya soal “puncak” tapi soal bagaimana kita mgalahkan ambisi agar kita bisa sampai kembali ke rumah dengan selamat.

Savanna Sembalun
Savanna Sembalun

Rinjani hari itu cukup bersahabat, padang Sembalun yang indah menjadi saksi awal perjalanan gue ditemani travelmate yang baru pertama kali naik gunung di Indonesia (tapi udah naik beberapa kali naik gunung di luar negri – kibas rambut *pengen dikeplak :p) serta Pak Emy dan temannya yang selalu setia menemani kami dan membantu kami membawa semua perlengkapan camping. Padang Sembalun dipenuhi sapi yang sedang merumput, terik matahari dan birunya langit menjadi kombinasi yang indah saat itu.

Pak Emy - He's The MEN! :)
Pak Emy – He’s The MEN! :)

IMG_20140825_130720

Jarak tempuh dari pintu masuk Sembalun sampai dengan Palawangan Sembalun sekitar 5-6 jam normal, bahkan ada yang bisa naik hanya 3-4 jam. Tapi maklum gue mah pendaki kura – kura, jalannya lambat dan gue lebih senang memperhatikan setiap tempat, jalur, flora dan fauna yang gue lewati jika gue berkunjung ke tempat baru. Dan jelas gak lupa untuk mengabadikannya agar bisa menjadi cerita yang bermanfaat.

Sunset dari Palawangan Sembalun
Sunset dari Palawangan Sembalun

Majestiknya Senja Palawangan Sembalun menyambut gue hari itu, sehabis diterpa hujan yang tiba – tiba datang, langit berubah menjadi begitu cantik. Ah, sunset nya keren banget ada diatas perbukitan Segara Anak! Takjub banget ngeliatnya, dan itu baru sebagian hal yang luar biasa dari Rinjani. Namun malam  diawali dengan angin kencang yang suaranya lumayan bikin takut, karena angin tersebut juga menerbangkan beberapa flysheet dari tenda – tenda pendaki lain. Bersyukur badai angin hanya sesaat, dan as always badai pasti berlalu karena badai berganti dengan gemerlap bintang dan milky way yang lagi – lagi memanjakan mat ague. Akh! Rinjani memang selalu memberikan kejutannya.

Menikmati Sunset dari Palawangan Sembalun
Menikmati Sunset dari Palawangan Sembalun

………………………..

Ternyata masih ajah banyak orang yang merusak keindahan gunung se-cantik ini, menyedihkan! Dengan hati kesal gue berusaha menghibur diri jalan – jalan disekitar Palawangan Sembalun, hal yang bikin geram adalah hampir disepanjang jalur banyak terdapat sampah, bukan hanya sampah tapi juga ada kotoran manusia – iyah taik.. taik..! jelas itu kotoran manusia, karena mana mungkin binatang abis buang air terus pakai tissue basah??!! “hellaawww…  itu binatang keren banget pake tissue basah buat cebok” ~ dan gue masih gak habis piker kenapa mereka itu orang – orang tolol itu buang air besar di pinggiran jalur, bahkan ada juga yang di jalur.. duuuhh…. Miris… sampe – sampe ada seorang bule yang bilang “smells like shit, all the way” OMG… why? :(

IMG02838-20131008-1144

sampah di Palawangan Sembalun
sampah di Palawangan Sembalun

Belum lagi coretan – coretan yang ada disetiap batu di gunung ini, entah kenapa beberapa orang yang tidak tau dimana letak otaknya, mereka senang mencorat – coret gunung – gunung di Indonesia. Yah, kalo mau jangan coret – coret nama di gunung lah, coret nama masing – masing di batu nisan.. abadi tuh… :’)

Vandalisme - Rinjani
Vandalisme – Rinjani

Beberapa sampah gue coba singkirkan dan kumpulin ke satu tempat supaya tidak berserak di jalan, beberapa kali gue coba untuk mewawancarai porter – porter disana dan coba cari tahu kenapa banyak banget sampah. Dan yes, ternyata bukan hanya tamu atau orang local yang buang sampah sembarangan, tapi sebagian dari mereka adalah porter – porter tersebut. Sebagian dari mereka mengaku kecewa karena mereka pernah ditipu penadah sampah Rinjani yang dikelola oleh TNGR yang memakai orang ketiga untuk menjadi penadah, namun sayang penadah tersebut kabur saat semua porter sudah dijanjikan sejumlah uang jika membawa sampah turun ~ dan para porter pun sakit hati dan kecewa…

Well, ternyata sekarang kalau sebagian orang – orang  “bawa sampah turun untuk diphoto dan di posting di socmed” kalau di Rinjani, “porter bawa sampah turun untuk dapat uang dan biar dapur ngebul katanya” – miris sih karena tidak semua orang bisa ikhlas, tulus, menjaga alam yang tanpa ada embel – embel dibayar, dihormati, biar tenar, eksis, atau apalah… pathetic! C’est La Vie..

………………………………..

Summit Attack Rinjani
Summit Attack Rinjani

Summit Rinjani gue kali itu benar – benar diberkahi, walaupun udah mau nyerah tapi mental dan hati masih sanggupin untuk jalan. Semua memang indah… gue makin kagum dengan Indonesia.. *diluar sampah nya yang menyebalkan* :)

Teman sejati adalah mereka yang selalu berjalan bersama-mu - bukan yang hanya menunggu di puncak (himpala)
Teman sejati adalah mereka yang selalu berjalan bersama-mu – bukan yang hanya menunggu di puncak (himpala)

Summit kali ini makin membuat gue melihat siapa “sahabat trekking” gue.. Gue makin yakin dengan pilihan travelmate gue.. yeap.. dalam hal ini, gue trauma pernah ditinggal naik gunung sama orang yang “ngakunya” “sahabat” karena pada akhirnya merekalah orang pertama yang ninggalin gue disaat gue tertimpa musibah di gunung.. (kejadian di Gunung Slamet ~ nanti gue tulis juga ceritanya).

Summit Attack Rinjani with Travelmate
Summit Attack Rinjani with Travelmate

Tapi beda kali ini… Cemoonnkkk selalu berjalan dibelakang gue, sebentar berhenti untuk mengingatkan gue beristirahat dan minum, bahkan

kami berdua pernah berada dititik terlemah saat summit Rinjani, “dimana mulut ini sudah berkata ampun lelah, dimana kaki ini sudah berhenti dan tidak mau melangkah.. dan dimana batin ini ingin menyerah” namun hati dan mental ini tidak luntur.. kami saling support hingga kami berdua bisa sampai di atap Dewi Anjani.

Finally!! We Made It!
Finally!! We Made It!

Keindahan rumah Dewi Anjani tersebut memang bikin semua orang berdecak kagum, padang savanna yang indah.. palawangan Sembalun yang luar biasa… Segara Anak yang damai…  kemudian sumber air panas yang bisa bikin rileks, ditambah jalur turun dan naik ke Palawangan Senaru yang gak ada abisnya – nanjaaaaaaaaaaaakkkkk teeerrrooooosssss!! Gak ada ampuuunnn… tapi pemandangannya sepadan dan keren banget… Gunung Baru Jari yang masih aktif dan selalu mengeluarkan asapnya, menambah eksotisme sekaligus “ngeri-ngeri” sedep kalo meletus hehehhee..

Gunung Baru Jari Dari Segara Anak
Gunung Baru Jari Dari Segara Anak

Sampai di Palawangan Senaru semua mata tidak akan berkedip sejenak menikmati karya sang Maha Pencipta yang luar biasa ini.  Sejenak berucap syukur atas semua pemandangan kereennn yang ah gilaaakkk deh.. keren banget!!

Pemandangan dari Palawangan Senaru
Pemandangan dari Palawangan Senaru

Hutan Senaru yang teduh, sinar matahari yang menemani dan mencuri masuk dari celah – celah pepohonan tinggi. “Keindahan mana lagi yang mau dihancurkan dengan sampah?  Bagian mana lagi yang ingin dikotori? belum puaskah kalian para perusak alam?”

Mt. Rinjani
Mt. Rinjani
Sumber Air Panas - Rinjani
Sumber Air Panas – Rinjani
Segara Anak Rinjani
Segara Anak Rinjani

Tolong, coba berpikir lagi sebelum naik gunung.. tidak perlu ikut – ikut naik gunung jika hanya ingin menambah sampah dan mengotori gunung ini.. tolong!

IMG_0310
“dan hidup bukan lagi soal pengakuan tentang menaklukan gunung manapun, melainkan mereka yang berbijak dan berani menaklukan diri sendiri”

So… ambilah waktu sejenak dan berdiam diri dan bertanya kembali, apa tujuan saya mendaki gunung? :)

Notes :

Itinerary yang gue ambil adalah Sembalun – Palawangan Sembalun – Summit Attack Rinjani – Segara Anak – Senaru (waktunya sekitar 4 hari 3 malam) harga porter per day saat itu Rp. 150.000/porter

~Abex~

All photo credits to Abex, Billy Djokosetio and Roynal Purnomo