Lets Dive! Tunku Abdul Rahman Marine Park Kota Kinabalu

Hell-O Malaysia!

IMG_0865
Jesselton Harbour

Ini cerita yang tertunda, udah lama banget pengen nulis ini tapi yah you know lah.. gue kebanyakan malasnya, tapi sekarang menyesal karena udah banyak kejadian seru yang terlewatkan tanpa gue abadikan di Blog ini..

???????????????????????????????
ini selogan dari tour operator gue.. :D

Gue mengawali petualangan gue di Malaysia dengan menikmati keindahan bawah laut di negri jiran ini. Ah bahasa gue susah banget.. Ceritanya gue dapet kesempatan diving di Tunku Abdul Rahman Marine Park, salah satu Taman Laut di Sabah yang berada ditengah kota. Katanya sih tempatnya keren, pantainya juga ok. Well, let see apa yang bisa gue dapet disini.

Karena sesungguhnya Kuala Lumpur itu terlalu mainstream dan gue kurang suka keramaian, banyak orang jadi Sabah benar – benar tujuan yang pas untuk escape dan nikmatin suasana yang gak terlalu crowded. Pagi itu gue registrasi untuk diving, trip kali ini dipersembahkan oleh Sabah Tourism Board, jadi yah seluruh perjalanan gue di Sabah, mereka yang cover. Puji Tuhan bangettt….

IMG_0764

Tunku Abdul Rahman Marine Park terletak di Kota Kinabalu, taman laut ini merupakan objek wisata yang selalu didatangi oleh wisatawan, mulai dari yang mau nginep di cottage paling mahal, camping di pantai Pulau Sapi, atau sekedar day trip untuk diving, snorkeling, sea walking, canoeing etc semua ada disini. Disni ada Pulau Sappi, Pulau Manukan, Pulau Mamutik,  Pulau Gaya dan Pulau Sulug. Oiyah cara kesini gampang kok, kalian hanya perlu waktu sekitar 10-15 menit dari pusat kota, terus sampe di Jesselton Point Ferry Terminal kalian tinggal pilih mau atraksi apa misalnya diving, snorkeling, sea walking  etc dan tentunya jangan lupa untuk sewa boat juga kalau misalnya kaliann gak mau ambil paket. Semua tour operator ini sudah ada dalam satu ruangan pembelian karcis rapih banget deh.. dan emang well organize. untuk harga bisa check disini yah http://wikitravel.org/en/Tunku_Abdul_Rahman_Marine_Park 

Eh ada restaurant padang Indonesia :D paling laku nih disini..
Eh ada restaurant padang Indonesia :D paling laku nih disini..

IMG_0768

Setelah beres registrasi, gue lanjut perjalanan menggunakan kapal untuk menuju ke Sapi Island tempat dimana gue akan memulai diving. This is not my first dive, tapi entah kenapa gue nervous.. mungkin ngerasa beda kali yah diving di negri sendiri sama di negri orang tsaaeellaaahh..

IMG_0789

???????????????????????????????

Setelah check semua dive gear, briefing dengan dive instructor, dan lets dive! Sayang banget, bulan itu adalah bulan yang kurang baik untuk diving, karena di Sabah lagi moonson dan malamnya habis hujan, jadilah bawah laut Kota Kinabalu itu keruh. Visibilitynya kurang dari 2 meter, gue gak bisa lliat apa – apa dari jauh padahal gue akuin kalau bawah lautnya sangat bersih, gue jarang nemuin sampah.

IMG_0137

???????????????????????????????

???????????????????????????????

Untuk pemula kaya gue, gue hanya menyelam sampai batas 15 meter untuk awal. Dan disni gue liat bahwa jalur untuk discovery diving sudah dibuat, mereka membuat miniatur karang, serta barang rongsokan seperti ban, besi, dll. Yang membuat menarik adalah gue tetap senang berada di alam termasuk bawah laut. Walaupun pas di awal – awal gue sempet kehilangan bouyancy gue dan lucu banget ketika gue panik terus gue perlahan descending ke surface, selama naik keatas gue berusaha untuk manggil – manggil DM gue- yah bagaimana bisa di dalam air teriak – teriak? Alhasil gue coba “ceritanya” menggunakan pikiran kaya telepati “Ya Tuhan, please buatlah DM gue itu nengok keatas dan sadar bahwa gue udah gak ada disampingnya” – DM gue lagi keasyikan foto-in ikan – ikan lucu dikarang dong… dan tiba – tiba YES!! Berhasil, dia sadar kalo gue gak ada dan akhirnya narik kaki gue.

Ah selamat…..

Its been like a year gue udah gak pernah diving lagi, makanya kaku dan banyak lupa ahahahhaa.. blame me! *alesan*

IMG_0198
Karang buatan di TARMP.. liat kan blur.. :(
IMG_0220
the visibility just too bad after the rain..

Setelah belum puas nikmatin bawah laut, its time for lunchy.. kalau ambil paket diving ini kita akan disuguhkan tho whole package, I mean termasuk boat, guide, island hoping, diving, meals etc. dan makanan yang disediakan buffet dipinggir laut (maaf fotonya hilang karena camera gue nyempung pas lagi rafting :( ) makanannya ennndddeeeesss banget… puas makan seafood deh sambil liat pemandangan bule – bule bejemur di pantai Pulau Sapi.

IMG_0817

IMG_0813

Setelah makan, gue jalan – jalan cantik disepanjang pantai Pulau Sapi and yess pantainya bersih banget… tertata, mereka punya penjaga pantai juga banyak, ada batasan berenang, semua sign board ada.. ah andai Indonesia kaya gini.. :) someday for sure! Pantai di Indonesia will get so much better than this, and of course semoga tidak ada sampah lagi :D

IMG_0796

IMG_0844

IMG_0847

Setelah itu gue lanjut nyelem lagi dong, kali ini sampai dikedalaman 21 meter tentunya dengan check point yang berbeda. Tempatnya yang ini lebih banyak terumbu karangnya, yah walaupun masih keruh sih airnya but at least gue bisa liat suasana bawah laut yang lain.

IMG_0170

???????????????????????????????

IMG_0153

???????????????????????????????

???????????????????????????????

???????????????????????????????

???????????????????????????????

 

???????????????????????????????

Udah capek, udah senang, udah nyelem, udah mantai, udah jelajah pulau, dan gue gak mau pulang dong… tapi harus pulang karena gue masih punya banyak itinerary yang harus dilakukan..

Dan besok jadwalnya untuk rafting :D nanti gue tulis tentang rafting di Sabah yah dihalaman berikutnya..

Well, buat gue Tunku Abdul Rahman Marine Park – Kota Kinabalu itu Taman Laut yang bersih.. kece.. tapi tetep indahnya Indahan Indonesia… yah mungkin karena pas gue dateng bawah lautnya lagi keruh kali yah.. tapi namanya di alam, gue mah seneng – seneng ajah :D

Thanks a bunch to Sabah Tourism Board and Exotic Adventure Sabah for arrange this great great adventure in Sabah :D

~abex~

Photo by : me, my dive instructor and my boss :D

Advertisements

Mt. Kinabalu Trekking – Sabah, Malaysia

Mt. Kinabalu - Photo by Billy Djokosetio

Ini perjalanan pertama saya untuk berpetualang ke negri orang, tanpa mengurangi rasa nasionalisme saya sebagai orang Indonesia, saya menyetujui perjalanan ini. Okay, perjalanan saya di mulai dari menjelajah ke negri jiran – Malaysia, tepatnya di Sabah, Kota Kinabalu.

Setelah bertualang di bawah laut, menikmati keindahan kota Kinabalu dari dasar laut (red. Baca menyelam) di Tuanku Abdul Rahman Marine Park, sekarang petualangan gue berlanjut ke Trekking di Gunung Kinabalu 4.095MDPL, suatu pengalaman baru mendaki gunung di negri orang dengan ketinggian yang lumayan buat gue sebagai pemula (baca : newbie) apalagi gue bukan seorang pendaki gunung, gue hanya hobby menikmati dan mencintai alam gue melalui perjalanan ke gunung – gunung, sama ajah yak? Hehehee..

Gunung Kinabalu adalah dataran tertinggi di negri jiran, dan gunung batu granit tertinggi se-Asia tenggara. Tenang puncak Cartenz masih gunung tertinggi kok, walopun sudah ada Gunung Hkakabo Razi 5.881 mdpl di Myanmar yang sudah termasuk menjadi salah satu bagian ASEAN. Keindahan gunung kinabalu membuat gue berdecak kagum, bukan berarti gunung di Indonesia gak indah yah, tapi gue senang bagaimana pihak yang berwenang menjaga gunung tersebut yang dalam hal ini di kelola oleh pemerintah Sabah sendiri, bagaimana gue gak berdecak kagum kalo sepanjang jalan di jalur pendakian itu hampir semuanya bersih, gue hanya menemukan 2 botol air mineral, 2 bungkus permen, dan 1 bungkus cookies.

???????????????????????????????

Untuk ukuran Taman Nasional, gunung Kinabalu termasuk bersih buat gue. Maklum gue lagi mau belajar konservasi di Taman Nasional, supaya apa yang menurut gue baik bisa gue terapkan di Taman Nasional yang ada di Indonesia, bukan mau sok bijak atau sok peduli, tapi kalo bukan generasi gue siapa lagi yang mau peduli sama alam Indonesia sendiri? Jangan hanya bisa menikmati namun tidak mau ambil alih untuk menjaga dan melestarikan nya.

Okay kembali lagi ke topik, pendakian ke Gunung Kinabalu pun dimulai…. pagi itu pukul 10.00 waktu setempat gue sudah tiba di Pos Timpohon, dimana pos Timpohon adalah pos pertama untuk melakukan registrasi ulang. Di Pos ini kita akan diberikan intruksi dari trekking guide gunung Kinabalu tentang peraturan, rute, dan tanda pengenal. Oiyah mendaki gunung Kinabalu itu wajib memakai Trekking Guide (pemandu wisata khusus pendaki), biaya registrasi sudah termasuk dengan biaya Trekking Guide, Penginapan, dan Makan full board (selama pendakian). Yeap, jangan kaget bahwa mendaki Gunung Kinabalu gak perlu bawa tenda atau bawa bekal makanan berat, karna semua sudah di sediakan. Bagaimana tidak, kalo di atas ketinggian 3.272mdpl terdapat beberapa penginapan dan restaurant setaraf bintang dua :)

???????????????????????????????

Sebelum mendaki, gue dikasih tanda pengenal yang bertuliskan nama gue dan nomor registrasi. Nah ini pengalaman baru, karna baru sekali naik gunung di kalungkan ID card dan hukumnya wajib dipakai sampai turun lagi, karna di pos pemberhentian ID card tersebut akan di cek oleh petugas setempat, kalo di Indonesia sih seperti Polisi Hutan kali yah hehhee.. menurut gue ide ID card itu sangat bagus, karna bisa jadi tanda pengenal untuk identifikasi jika terjadi suatu kejadian buruk contoh nya pada saat evakuasi orang hilang.

  DSC_0054

Pendakian pun di mulai, hari itu cuaca sangat baik dan gue pun mulai disuguhkan dengan tangga – tangga kayu yang lumayan bikin dengkul mau copot. Jalur nya cukup terjal, bebatuan dan lebih banyak tangga. Hutan tropis yang tidak terlalu padat bikin angin berasa lebih kencang, itulah sebab nya mendaki Gunung Kinabalu terkenal banget dengan angin yang sangat kencang. Maklum saja Sabah di kenal dengan sebutan “The Land Below The Wind” cari artinya di google yah :p

???????????????????????????????

Windbreaker harus terpasang pada saat pendakian, yah mencegah penyakit gue sebagai orang indonesia yang hobby masuk angin pada saat mendaki gunung hehehee.. Pos ke 2 ada Pondok Kandis, dan takjub ketika gue melihat Pos/selther yang di buat untuk tempat pemberhentiannya itu keren banget, ada kamar mandi plus WC , tempat sampah kemudian ada juga tempat pengisian air minum yang berasal dari mata air Gunung Kinabalu. Bersih terawat dan tidak ada satupun coretan, bahkan di pos tersebut diberikan informasi tentang flora dan fauna yang berada disekitar pos tersebut serta di pasang juga peta dan rute yang akan dilalui untuk perjalanan berikutnya. Sekali lagi, bukan tidak bangga dengan Gunung di Indonesia, tapi bukan kah jauh lebih baik kalo Indonesia bisa menerapkan hal yang sama? Atau setidaknya orang – orang yang mengaku suka mendaki gunung, coba deh terapin untuk gak corat – coret atau buang sampah sembarangan?  This is IMHO loh yah :)

 IMG02386-20130723-1452

Pos berikutnya masih sama, namun bedanya gue mulai disajikan pemandangan baru yaitu tupai – tupai yang berdatangan menyambut setiap pendaki yang beristirahat di pos tersebut. Kaget banget, jarang – jarang naik gunung ada binatang yang mau bermain sama manusia hihihii.. vegetasi hutan pun masih sama, namun cuaca mulai redup.

Di pos ke 3, gue pun istirahat untuk makan siang. Nah yang ini juga unik, selagi registrasi ulang gue diberikan bekal makan siang (lunch pack) berupa roti sandwich, telur, dan air mineral. Itu sudah termasuk dalam harga paket pendakian. Tapi sayang gue gak bisa makan lunch pack tersebut, berhubung gue orang Indonesia aseli, kalo belum kena nasi, belum makan namanya hehehee..

Perjalanan pun mulai dilanjutkan, gue sudah melewati batas “no return point” di Pos Layang – Layang yang artinya kalo mau menyerah turun kembali ke pos bawah sangat jauh, dan kalo mau melanjutkan perjalanan ke atas juga masih cukup jauh. So pilihan ada dimasing – masing pendaki mau menyerah atau lanjut? :D jelas kalo gue pilih lanjut karna menyerah adalah pilihan terakhir buat hidup gue :)

DSC_0132

Vegetasi pun mulai berubah ketika sampai di batas Pos 5 yaitu pos Paka Cave. Batu – batuan granit mulai terlihat sepanjang jalan, dan jalur nya pun masih sama terjal gak ada ampun deh.. bonus yang di kasih pun sedikit dan itu yang makin bikin perjalanan gue seru sekaligus cape dengkul. Sore itupun perjalanan gue ditemani dengan hujan dan angin yang cukup bikin badan menggigil kalo cuma pake kaos. Di sepanjang jalan, gue mulai takjub lagi karna disajikan hal – hal baru dalam petualangan gue, kali ini soal porter.. oh My.. porter nya itu cool banget, mereka bis membawa beban sampe lebih dari 50kg, dan cara mereka membawa beban pun unik, karna gak pake ransel/carrier tapi mereka membawa pakai karung atau plastik yang ditaruh di punggung namun beban dibawa dan digantung dengan memakai kepala, tuh bingung kan? Coba bisa liat di foto ini :)

Porter in Kinabalu
Porter in Kinabalu

DSC_0151

Pukul 17.30, gue tiba di Pos Laban Rata 3.272mdpl dimana di pos ini gue harus menunjukan ID card untuk mengambil kunci kamar dan makan malam. Seperti yang gue bilang tadi, bahwa diketinggian lebih dari 3000mdpl, Kinabalu mempunyai penginapan dan restaurant. Well, waktu nya makan malam, kali ini makan malam buffet ala hotel bintang dua. Masih ngerasa aneh sih, maklum biasa nya naik gunung makannya yg sederhana tapi sekarang makan ala restaurant.

???????????????????????????????

Gue sempet nikmatin Sun Set pas banget hujan baru berhenti, dan gue sudah mulai diatas awan dengan udara yang dingin banget sampai mencapai 4 derajat celcius sore itu.. bbbrrrr apalagi nanti malam yah?

???????????????????????????????

Pukul 19.00 gue mulai masuk ke penginapan, namanya Gunting Lagadan Hut, bentuknya seperti cabin dengan isi satu kamar ada 4 – 8 tempat tidur atas bawah. Ruangan kecil seukuran  sekitar 3 x 4 meter tersebut tidak cukup hangat malam itu, gue masih mengigil kedinginan. Gue pun packing untuk persiapan Summit attack dan entah karna nervous atau kedinginan, gue gak bisa tidur malam itu. Oiyah, malam itu gue sekamar dengan rombongan orang Korea dan Jepang, yeap pembagian kamar akan diacak dan digabung dengan orang lain, kecuali kalo elo satu rombongan.

Tepat pukul 1.30 dini hari, gue sudah bangun dan bikin sarapan untuk ganjel pada saa Summit Attack, dan udarapun mulai turun di batas 1 derajat malam itu. Angin dan dingin nya malam menemani perjalanan gue Summit hari itu. Guide pun jemput dan menjelaskan kembali untuk teknik Summit Attack. Summit pun dimulai dengan suguhan jalur yang sekali lagi tidak ada bonus hanya ada tangga kayu dan batu yang bisa bikin mulut nyium dengkul. Tangga 80 derajat itu pun berakhir seiringnya perubahan vegetasi terakhir sebelum sajian batu granit khas Kinabalu terlihat. Dan perjuangan pun kembali semakin sulit ketika gue harus dihadapkan dengan teknik “traves” untuk melewati pinggiran jurang yang hanya cukup untuk menampung per satu langkah. Pegang tambang dan mulai berjalan di tepi jurang.. WOW, ini pengalaman pertama gue seru sekaligus bikin jantung berdebar kenceng gak karuan.

???????????????????????????????

DSC_0046

Trek yang curam masih menemani Summit gue malam itu, untuk keamanan guide menginstruksikan untuk tetap berpegangan dengan tambang yang sudah di siapkan sesuai dengan prosedur keselamatan. Akhirnya gue sampai juga di Pos terakhir yaitu Sayat – Sayat check point, dimana lagi gue harus memperlihatkan ID card, oiyah tanpa ID card lo gak akan di izinkan melanjutkan pendakian, no compromise. Dan ada peraturan yang lucu lagi, kalo lo sampe di Pos Sayat – Sayat check point lebih dari jam 5 pagi, maka lo tidak akan diberikan izin untuk melanjutkan pendakian dengan kata lain lo akan disuruh turun balik. Tidak ada kompromi meskipun hanya lewat 1 menit, pintu gerbang di Sayat-sayat check point akan ditutup.

DSC_0093

IMG02434-20130724-1003

IMG02437-20130724-1005

Menikmati matahari pertama di ketinggian pegunungan Kinabalu itu anugerah banget.. ditemani angin yang kencang, udara yang super dingin dan tubuh yang lelah namun semangat masih tak gentar untuk melanjutkan perjalanan ke puncak.

DSC_0045

Jalur ke puncak terus terjal, ga ada ampun dan bikin dengkul bener-bener mau copot hehehe.. apalagi ditambah oksigen makin menipis, tentu saja bikin gue masih susah bernafas.. tapi tekad sudah bulat, buat gue “menyerah adalah pilihan terakhir” dan akhirnya selangkah demi selangkah, di tengah udara 1 derajat pagi itu, tepat pukul 7 pagi gue sampai di Tanah tertinggi di negri jiran tersebut… Bangga banget rasanya.. apalagi saat itu gue adalah satu – satu nya pendaki dari Indonesia, gue berhasil mengibarkan bendera negara gue di negri orang.. Terimakasih Tuhan :)

DSC_0061t

Ini untuk Indonesia :)

DSC_0083

IMG02404-20130724-0824

IMG02412-20130724-0844

Ada satu tulisan yang gue baca dan gue seneng banget, itu bisa jadi pedoman buat hidup gue tentang alam, tulisan nya begini

“ The Essence Of Discovery”

Live your life each day as you would climb a mountain. An occasional glance towards the summit keeps the goal in mind, but many beautiful scenes are to be observed from each new vantage point. Climb slowly, steadily and enjoying each passing moment and the view from the summit will prove to be astonishing. God Bless :)

DSC_0025

Kira – kira seperti itu lah, dan itulah mendaki gunung.. lo bukan Cuma cari puncak tapi lo harus bisa menikmati setiap perjalanan nya..

~abex~