Apa Sih Tujuan Mendaki Gunung?

Hell-O Lombok!

The Great And Majestic Rinjani
The Great And Majestic Rinjani

 Akh, kalau bicara kota yang satu ini gak akan ada habisnya apalagi kalau bahas soal keindahan Lombok, mulai dari gunung, pulau, pantai, sampai dalam lautannya. Semuanya Indah! Memang Negara Indonesia itu luar biasa indah banget, Cuma sayang ajah ada beberapa orang – orang tolol yang hobbynya merusak alam Indonesia dengan membuang sampah sembarangan, bahkan gak jarang sebagian dari mereka merusak ekosistem yang jelas – jelas dilindungi. Contohnya seperti perjalanan gue kali, gue dapat kesempatan untuk mendaki Gunung Rinjani, siapa yang gak kenal gunung ini. Gunung Volcano terindah di Indonesia dengan ketinggian 3.726 meter diatas permukaan laut dan gunung ini adalah gunung tertinggi ke 3 di Indonesia, dan satu lagi yang paling menawan gunung ini terkenal dengan danau Segara Anaknya.

Rinjani dari Desa Sembalun
Rinjani dari Desa Sembalun

Dulu waktu gue berumur 13 tahun, bokap gue bilang “setelah Semeru, nanti jangan lupa ke Rinjani yah.. itu gunung indah impian Papa” dan gue selalu ingat kata – kata itu, sayangnya bokap gue sudah terlalu sibuk sehingga sudah sulit untuk mewujudkan impiannya untuk mendaki gunung Rinjani, tapi begitu bangga gue menceritakan tentang Rinjani kepada Beliau karena akhirnya gue berhasil mewakilinya dan mewujudkan impiannya. Gue berhasil menaklukan ego dan diri sendiri sehingga gue diberikan izin oleh yang Empunya Kuasa yaitu sang Gusti untuk menapaki kaki ini di tanah tertinggi di Lombok tersebut. Tsssaaaeeelllaahh Bahasa gue… yah yang jelas gue bangga lah…

Mendaki Gunung
Mendaki Gunung

Tapi perjalanan itu tidak semudah yang orang – orang pikirkan, bahwa mendaki gunung hanya tinggal naik ajah terus camping ceria, kemudian masak – masak, muncak dan bawa turun sampah (walaupun banyak juga yang ninggalin sampah sih), kemudian foto – foto nunjukin kalau udah sampai puncak dan foto bergaya dengan trash bag di depan atau eksis dengan serenceng botol air mineral yang sudah diikat digantung di carrier dan menunjukan bawa “gue udah bawa sampahnya nih” ~ padahal tanpa mengurangi rasa hormat, itu isi carrier masih kosong, sampah botol masih ada yang bisa dimasukin ke carrier.. tapi…. Entahlah…. Sebagian dari mereka ingin menunjukan bahwa “saya sudah bertanggung jawab membawa sampah turun” entah maksudnya apa.. namun harus dengan dicapture foto dengan sampah dan jangan lupa di upload biar semua orang tahu bahwa (sekali agi) “gue udah bawa sampahnya turun” :,)

Well, semua memang terserah tapi sebagian dari mereka mendaki gunung untuk mendapatkan pengakuan bahwa “gue udah naik gunung ini, berhasil muncak 10x, dan udah bawa turun sampahnya” anyway, gue bukan mau bahas itu… tapi bisakah kita berdiam sebentar dan kembali mengingat “apa tujuan dari mendaki gunung?” semua jawaban ada dihati dan kembali lagi ke masing – masing pribadi :)

 ………………………………

???????????????????????????????

Buat gue, pendakian Rinjani adalah salah satu pendakian terberat ketika summit attack, walaupun gue bisa melewatinya lantas bukan berarti gue merasa hebat, tapi gue seperti ditampar, bahwa mendaki gunung gak segampang itu, apalagi ketika gue melihat banyak orang yang gak bisa summit karena fisik drop. Sebagian dari mereka menganggap “enteng” ketika melewati 7 bukit penyesalan, mereka lupa untuk melakukan aklimatisasi, tidak beradaptasi dengan keadaan sekitar, bahkan mereka berjalan terlalu cepat karena menganggap padang savanna Sembalun sangat mudah untuk dilewati. Mereka lupa mengontrol ambisi, sehingga mereka kehabisan energy untuk summit attack. Dan akhirnya ambisi yang berlebihan mengalahkan semua pemandangan indah di atas puncak sana.

Karena mendaki gunung bukan hanya soal “puncak” tapi soal bagaimana kita mgalahkan ambisi agar kita bisa sampai kembali ke rumah dengan selamat.

Savanna Sembalun
Savanna Sembalun

Rinjani hari itu cukup bersahabat, padang Sembalun yang indah menjadi saksi awal perjalanan gue ditemani travelmate yang baru pertama kali naik gunung di Indonesia (tapi udah naik beberapa kali naik gunung di luar negri – kibas rambut *pengen dikeplak :p) serta Pak Emy dan temannya yang selalu setia menemani kami dan membantu kami membawa semua perlengkapan camping. Padang Sembalun dipenuhi sapi yang sedang merumput, terik matahari dan birunya langit menjadi kombinasi yang indah saat itu.

Pak Emy - He's The MEN! :)
Pak Emy – He’s The MEN! :)

IMG_20140825_130720

Jarak tempuh dari pintu masuk Sembalun sampai dengan Palawangan Sembalun sekitar 5-6 jam normal, bahkan ada yang bisa naik hanya 3-4 jam. Tapi maklum gue mah pendaki kura – kura, jalannya lambat dan gue lebih senang memperhatikan setiap tempat, jalur, flora dan fauna yang gue lewati jika gue berkunjung ke tempat baru. Dan jelas gak lupa untuk mengabadikannya agar bisa menjadi cerita yang bermanfaat.

Sunset dari Palawangan Sembalun
Sunset dari Palawangan Sembalun

Majestiknya Senja Palawangan Sembalun menyambut gue hari itu, sehabis diterpa hujan yang tiba – tiba datang, langit berubah menjadi begitu cantik. Ah, sunset nya keren banget ada diatas perbukitan Segara Anak! Takjub banget ngeliatnya, dan itu baru sebagian hal yang luar biasa dari Rinjani. Namun malam  diawali dengan angin kencang yang suaranya lumayan bikin takut, karena angin tersebut juga menerbangkan beberapa flysheet dari tenda – tenda pendaki lain. Bersyukur badai angin hanya sesaat, dan as always badai pasti berlalu karena badai berganti dengan gemerlap bintang dan milky way yang lagi – lagi memanjakan mat ague. Akh! Rinjani memang selalu memberikan kejutannya.

Menikmati Sunset dari Palawangan Sembalun
Menikmati Sunset dari Palawangan Sembalun

………………………..

Ternyata masih ajah banyak orang yang merusak keindahan gunung se-cantik ini, menyedihkan! Dengan hati kesal gue berusaha menghibur diri jalan – jalan disekitar Palawangan Sembalun, hal yang bikin geram adalah hampir disepanjang jalur banyak terdapat sampah, bukan hanya sampah tapi juga ada kotoran manusia – iyah taik.. taik..! jelas itu kotoran manusia, karena mana mungkin binatang abis buang air terus pakai tissue basah??!! “hellaawww…  itu binatang keren banget pake tissue basah buat cebok” ~ dan gue masih gak habis piker kenapa mereka itu orang – orang tolol itu buang air besar di pinggiran jalur, bahkan ada juga yang di jalur.. duuuhh…. Miris… sampe – sampe ada seorang bule yang bilang “smells like shit, all the way” OMG… why? :(

IMG02838-20131008-1144

sampah di Palawangan Sembalun
sampah di Palawangan Sembalun

Belum lagi coretan – coretan yang ada disetiap batu di gunung ini, entah kenapa beberapa orang yang tidak tau dimana letak otaknya, mereka senang mencorat – coret gunung – gunung di Indonesia. Yah, kalo mau jangan coret – coret nama di gunung lah, coret nama masing – masing di batu nisan.. abadi tuh… :’)

Vandalisme - Rinjani
Vandalisme – Rinjani

Beberapa sampah gue coba singkirkan dan kumpulin ke satu tempat supaya tidak berserak di jalan, beberapa kali gue coba untuk mewawancarai porter – porter disana dan coba cari tahu kenapa banyak banget sampah. Dan yes, ternyata bukan hanya tamu atau orang local yang buang sampah sembarangan, tapi sebagian dari mereka adalah porter – porter tersebut. Sebagian dari mereka mengaku kecewa karena mereka pernah ditipu penadah sampah Rinjani yang dikelola oleh TNGR yang memakai orang ketiga untuk menjadi penadah, namun sayang penadah tersebut kabur saat semua porter sudah dijanjikan sejumlah uang jika membawa sampah turun ~ dan para porter pun sakit hati dan kecewa…

Well, ternyata sekarang kalau sebagian orang – orang  “bawa sampah turun untuk diphoto dan di posting di socmed” kalau di Rinjani, “porter bawa sampah turun untuk dapat uang dan biar dapur ngebul katanya” – miris sih karena tidak semua orang bisa ikhlas, tulus, menjaga alam yang tanpa ada embel – embel dibayar, dihormati, biar tenar, eksis, atau apalah… pathetic! C’est La Vie..

………………………………..

Summit Attack Rinjani
Summit Attack Rinjani

Summit Rinjani gue kali itu benar – benar diberkahi, walaupun udah mau nyerah tapi mental dan hati masih sanggupin untuk jalan. Semua memang indah… gue makin kagum dengan Indonesia.. *diluar sampah nya yang menyebalkan* :)

Teman sejati adalah mereka yang selalu berjalan bersama-mu - bukan yang hanya menunggu di puncak (himpala)
Teman sejati adalah mereka yang selalu berjalan bersama-mu – bukan yang hanya menunggu di puncak (himpala)

Summit kali ini makin membuat gue melihat siapa “sahabat trekking” gue.. Gue makin yakin dengan pilihan travelmate gue.. yeap.. dalam hal ini, gue trauma pernah ditinggal naik gunung sama orang yang “ngakunya” “sahabat” karena pada akhirnya merekalah orang pertama yang ninggalin gue disaat gue tertimpa musibah di gunung.. (kejadian di Gunung Slamet ~ nanti gue tulis juga ceritanya).

Summit Attack Rinjani with Travelmate
Summit Attack Rinjani with Travelmate

Tapi beda kali ini… Cemoonnkkk selalu berjalan dibelakang gue, sebentar berhenti untuk mengingatkan gue beristirahat dan minum, bahkan

kami berdua pernah berada dititik terlemah saat summit Rinjani, “dimana mulut ini sudah berkata ampun lelah, dimana kaki ini sudah berhenti dan tidak mau melangkah.. dan dimana batin ini ingin menyerah” namun hati dan mental ini tidak luntur.. kami saling support hingga kami berdua bisa sampai di atap Dewi Anjani.

Finally!! We Made It!
Finally!! We Made It!

Keindahan rumah Dewi Anjani tersebut memang bikin semua orang berdecak kagum, padang savanna yang indah.. palawangan Sembalun yang luar biasa… Segara Anak yang damai…  kemudian sumber air panas yang bisa bikin rileks, ditambah jalur turun dan naik ke Palawangan Senaru yang gak ada abisnya – nanjaaaaaaaaaaaakkkkk teeerrrooooosssss!! Gak ada ampuuunnn… tapi pemandangannya sepadan dan keren banget… Gunung Baru Jari yang masih aktif dan selalu mengeluarkan asapnya, menambah eksotisme sekaligus “ngeri-ngeri” sedep kalo meletus hehehhee..

Gunung Baru Jari Dari Segara Anak
Gunung Baru Jari Dari Segara Anak

Sampai di Palawangan Senaru semua mata tidak akan berkedip sejenak menikmati karya sang Maha Pencipta yang luar biasa ini.  Sejenak berucap syukur atas semua pemandangan kereennn yang ah gilaaakkk deh.. keren banget!!

Pemandangan dari Palawangan Senaru
Pemandangan dari Palawangan Senaru

Hutan Senaru yang teduh, sinar matahari yang menemani dan mencuri masuk dari celah – celah pepohonan tinggi. “Keindahan mana lagi yang mau dihancurkan dengan sampah?  Bagian mana lagi yang ingin dikotori? belum puaskah kalian para perusak alam?”

Mt. Rinjani
Mt. Rinjani
Sumber Air Panas - Rinjani
Sumber Air Panas – Rinjani
Segara Anak Rinjani
Segara Anak Rinjani

Tolong, coba berpikir lagi sebelum naik gunung.. tidak perlu ikut – ikut naik gunung jika hanya ingin menambah sampah dan mengotori gunung ini.. tolong!

IMG_0310
“dan hidup bukan lagi soal pengakuan tentang menaklukan gunung manapun, melainkan mereka yang berbijak dan berani menaklukan diri sendiri”

So… ambilah waktu sejenak dan berdiam diri dan bertanya kembali, apa tujuan saya mendaki gunung? :)

Notes :

Itinerary yang gue ambil adalah Sembalun – Palawangan Sembalun – Summit Attack Rinjani – Segara Anak – Senaru (waktunya sekitar 4 hari 3 malam) harga porter per day saat itu Rp. 150.000/porter

~Abex~

All photo credits to Abex, Billy Djokosetio and Roynal Purnomo

Advertisements

18 thoughts on “Apa Sih Tujuan Mendaki Gunung?

  1. Prima Dolta December 16, 2014 / 2:21 pm

    apa gak capek tu ngetik nya kk.. :D
    tapi sumpah, keren banget foto2 nya kk.. :D

    • clumsyduck December 16, 2014 / 2:47 pm

      Hahahaha.. begitulah kalo yg namanya seneng menulis.. ga apa2 cape ngetik yg penting pengalaman dan pelajarannya bisa dibagi ke orang lain :)
      Terimakasih udah liat foto – foto nya hehehe

  2. Twelve April December 16, 2014 / 3:11 pm

    tulisanya kena fotonya bagus, semoga Kita kamu dan saya Sadar akan Pentingnya menjaga alam dengan minimal membawa turun sampah yang kita bawa sendiri :)
    Salam Lestari.

    • clumsyduck December 16, 2014 / 3:16 pm

      Akk! terimakasih banyak! yes.. semoga tulisan ini makin bermanfaat buat orang lain dan bisa terus mengingatkan saya tentang apa yg saya tulis :)

  3. spheriks December 16, 2014 / 5:16 pm

    Keren. Tapi menurut gw, beban/isi tas carrier waktu turun itu gak berkurang drastis banget sampai 1/2nya, sampai mampu untuk masukin semua sampahnya di dalam. Kecuali kalo isi tasnya itu barang yang habis sekali pakai.

    Kita memang bertanggungjawab terhadap sampah yg kita bawa. Tapi bukan berarti kita bisa diam gitu aja ngeliat sampah2 sialan yg dihasilkan pendaki lain bergeletak tak berdaya. Maka dari itu kenapa kebanyakan orang menenteng/mengikat kantong sampah atau botol2 di tas carriernya, itu karena mereka juga memungut sampah orang lain, sehingga sampah yg dibawa turun jadi lebih banyak dibandingkan sampah pribadi.

    Soal foto2 di sosial media tentang orang2 yg “pamer” membawa sampahnya turun lagi, menurut gw itu sah2 aja, justru bagus banget. Karena hal itu merupakan suatu kebanggaan bisa membawa kembali sampahnya turun, selain kebanggaan mencapai puncak tentunya. Foto2 itu memiliki “kekuatan” yg dapat mempengaruhi khalayak ramai, mempersuasi, dan menanamkannya di alam bawah sadar agar pendaki2 lainnya mengikuti apa yang dilakukannya yaitu membawa sampahnya turun kembali. Semakin banyak yang menyebarkan hal positif lewat foto, semakin banyak juga yang akan mengikuti dan akan menjadi suatu tren positif, apalagi sekarang kan jaman digital yang mudah banget untuk nyebarinnya.

    Contohnya aja gini, jaman tahun 90an dan awal 2000an jarang banget atau hampir mungkin gak ada pendaki yang bikin tulisan di selembar kertas yang berisi ucapan/salam kepada orang lain dari puncak gunung. Namun saat ini hal itu justru semakin bertebaran di mana-mana, gak hanya di puncak gunung. Itu semua karena pengaruh foto di sosial media, jadi orang2 pada ikutan bikin tulisan, dan bahkan saat ini menjadi ritual “wajib” ketika berfoto di puncak.

    Jadi, menurut gw boleh2 aja “pamer” asal berdampak positif dan tidak merusak lingkungan atau merugikan orang lain. Lebih baik memotret aksi memungut sampah (bertindak nyata), dibandingkan hanya memotret tumpukan2 sampah (hanya mengeluh) lalu menyebarkannya di sosial media :)

    Salam ^_^!

    Jarwo

    @xspheriksx
    heyspheriks.wordpress.com

    • clumsyduck December 16, 2014 / 5:37 pm

      Terimakasih untuk komennya :)

      By the way, carrier pasti berkurang isinya apalagi kalau pas naik bawa bahan makanan. dan bukankah dalam mendaki gunung disarankan tangan untuk sebebas mungkin bergerak tanpa perlu menjinjing sesuatu? :) dan mungkin bisa juga sampah digantung di carrier agar tangan bisa bergerak leluasa dan untuk prosedur safety.

      Yes bener soal sampah, tapi sesuai yang gue bilang di tulisan tadi.. “apa tujuannya tnaik gunung?” kalau tujuannya yah buat “pamer” atau “pride” yah sah sah saja, karena setiap orang mempunyai perbedaan dalam tujuan mendaki gunung.. :)

      Dan bukankah melakukan sesuatu yang baik itu tidak perlu dipamerkan apalagi nanti makna dan “pahala”nya berkurang? :D
      Gue setuju ajah untuk posting di social media, kalau untuk kampanye, atau mengajak orang – orang untuk mengangkat kembali sampahnya, bahkah gue sangat mendukung, namun balik lagi sesuai topik pembicaraan gue “apa iyah tulus naik gunung bawa turun sampahnya? atau hanya untuk dipamerin?” dan menyinyir orang yang tidak “FOTO” dengan sampahnya? – karena tidak semua orang suka untuk memamerkan perbuatan baik yg sudah mereka lakukan :)

      Anyway, photo tumpukan sampah yang diambil sebagai contoh, dan orang yang memotretnya tidak perlu menunjukan dia sudah membawa sampah tersebut tanpa harus difoto atau dipamerkan kalau tujuannya hanya untuk dapat pengakuan atau pride :)

      Balik lagi, setiap orang mempunyai tujuan yang berbeda.. dan saya pun mempunyai jalan saya untuk mendaki gunung.
      Saya tidak bilang “pamer” itu salah.. tapi kembali lagi ke tulisan saya.. “apa tujuan mendaki gunung?”
      Jika untuk pamer, yah silahkan.. sah sah saja.. :D

      Cheers

  4. sabud December 18, 2014 / 1:09 am

    Clamsyduck / abex : you’re the man too..!!
    We do love Indonesia as well as we love ourself and family..

    -mahameru-

    • clumsyduck March 15, 2015 / 7:07 am

      Thanks a bunch Sabud! always love the nature and the nature will loves you back :)

  5. Abdul Rouf December 18, 2014 / 5:47 am

    setuju yah sama abex :D
    #Silverqueen
    jangan lupa kalo mendaki gunung bawa cokelat untuk persediaan kalori kita :D
    kalo makannya pas lagi break atau sambil jalan di jalur inget sampahnya taro di kantong celana atau jaket boleh… kebanyakan pendaki sekarang seperti itu.. dari setiap pendaki membuang sampah kecil seperti bekas madu atau choki-choki di sepanjang jalur..
    sekian dari saya.

    Salam Lestari..
    buat ka abex tulisannya bagus *2jempollll

    • clumsyduck March 15, 2015 / 6:51 am

      Hallo Abdul Rouf :)

      Terimakasih untuk comment nya.. betu banget.. saya sampai sekarang masih bahagia dan bangga bisa melakukan itu.
      Menyimpan semua sampah dan tetap bertahan untuk tidak mengotori alam walau dalam bentuk sampah sekecil apapun :)

      Mari tetap bantu untuk jaga Alam kita yah :D

  6. Rafiq January 19, 2015 / 5:12 pm

    gw belum pernah nyebrang pulau selain ke TNGR dari yang udah pernah numpang lewat dari Jabar ke Jateng dan terakhir Jatim sebelum ke TNGR..cuma di TNGR yang gw sendiri miris..sampahnya itu lho..beda banget jumlah kuantitasnya.. disini udah kayak Bantar Gebangnya Jakarta..sampah berserakan melebihi batas toleransi yang bisa di mengerti, “oh mungkin sampah yang itu ketinggalan”, atau kalimat lainnya..apalagi di danau Segara Anak..nauzubillah…

    • clumsyduck March 15, 2015 / 6:55 am

      Rafiq, You know what? Gunung Rinjani adalah salah satu gunung impian gue waktu gue kecil, dan bokap pernah bilang “kamu harus ke RInjani” dan bener Innndaaaahhh banget, tapi sayang beberapa orang tolol mengotori keindahan tersebut.
      Rasanya sedih dan jengkel banget, tapi jujur memang Rinjani lah gunung yang paling banyak sampahnya..
      Semoga sekarang akan berubah.. karena gue mashi kangen untuk ke Rinjani :)

      Ayoooo bantu campaign untuk tetep jaga alam di gunung dan dimanapun, minimal dimulai dari diri sendiri :)

  7. naria March 25, 2015 / 5:24 am

    suka sama wordpressnya ka abex :D
    di tunggu cerita selanjutnya.

    • clumsyduck April 30, 2015 / 2:41 am

      Makasih banyak Naria :)
      salam kenal yah…

  8. ohimovsky April 29, 2015 / 4:22 am

    mbak salam kenal dari newbie :)
    blog nya keren..tulisannya bagus..
    izin copas qoute “dan hidup bukan lagi soal pengakuan tentang menaklukan gunung manapun, melainkan mereka yang berbijak dan berani menaklukan diri sendiri” nanti beberapa bagian diubah sedikit ya :)

    • clumsyduck April 30, 2015 / 2:43 am

      Hi Ichwan,

      Terimakasih udah baca blog aku.. semoga bermanfaat.. :)
      silahkan.. boleh kok

  9. agitwardhana May 31, 2015 / 4:01 pm

    Keren bgt gan hehehe, ada sebuah pertanyaan yg kebanyakan tdk bisa dijawab oleh beberapa tmn pendaki, saya ingin mencoba bertanya dengan agan.
    1. Tujuan mengibarkan bendera merah putih diatas gunung apa sih kak? Pertanyaan sepele namun banyak org yg gabisa jawab.
    2. Wakt berada dipuncak kita memposting org kesayangan itu sebagai bentuk apa ya kak? Dan benefitnya apa yg kita dapatkan dari hal tersebut?

    Thanks kak, jika pertanyaan tersebut dikatakan bodoh alangkah baiknya segera diluruskan dengan jawaban terbaik .

    • clumsyduck June 8, 2015 / 7:59 am

      Hi Agit, terimakasih untuk pertanyaanya.
      Kalau versi gue sih simple hehehe “tujuan mengibarkan bendera merah putih” buat gue pribadi sih artinya merupakan satu kebanggaan… setelah bersusah payah mendaki gunung, kemudian bisa mencapai tujuan, dengan bangga mengibarkan bendera kesayangan tanda sebuah kebanggaan menjadi seorang Indonesian yg sudah berhasil menjajaki puncak gunung. Tapi buat gue pribadi, gue baru mengibarkan bendera merah putih pas lagi di luar hehehe. biar lebih berasa bangga nya.

      yang ke 2, itu sih hak orang – orang yah. karena ketika mendaki mungkin gak bisa merayakan dengan orang kesayangannya sehingga dia menulis sebuah notes di puncak dan itu membuat dia bahagia, kenapa tidak? setiap orang berhak merasakan kebahagiaannya dengan jalannya sendiri – sendiri.
      Benefitnya adalah kepuasan diri. dan tentunya orang yang namanya ditulis disitu juga akan merasa senang.

      Semoga bisa menjawab semua pertanyaan.’
      cheers
      Abex

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s